Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author
Subject
618.2 Obstetri, Ilmu Kandungan, Ilmu Kebidanan
Datestamp
2018-02-28 02:05:51
Abstract :
Tingkat nyeri post episiotomi yang bervariasi terjadi karena insisi dan penjahitan pada saat episiotomi menimbulkan nyeri tajam dengan tingkat yang berbeda hal ini dikarenakan aktifnyanosiseptor perifer yang merupakan reseptor khusus penghantar stimulus noxious. Ada sebanyak 70,9% ibu mengalami nyeri di sekitar jahitan episiotomi dan ada sebanyak 73% nyeri post episiotomi sangatmengganggu kenyamanan ibu yang mengakibatkan kesulitan pada saat buang air besar, buang airkecil, serta insomnia. Hasil studi kasus yang telah dilakukan pada Ny “M” dengan luka episiotomi, tidak ditemukannya hambatan selama asuhan yang diberikan. Pemantauan dilakukan sebanyak 5 kali selama
kurang lebih 1 bulan. Selama dilakukannya asuhan serta kunjungan rumah didapatkan nyeri pada luka episiotomi sejak setelah ibu melahirkan pada tanggal 16 Juni 2017 sampai dengan hari ke-4 masa nifas, 1 minggu masa nifas Ny “M” tidak merasakan nyeri luka episiotomi, tetapi 2 minggu masa nifas ibu kembali merasakan nyeri pada genitalianya setelah melakukan koitus. Setelah dilakukan asuhan dan pemantauan pada Ny “M” didapatkan nyeri telah berhenti, dan luka jahitan episiotomi telah kering dan sembuh. Kesimpulan dari studi kasus yaitu 7 langkah Varney dan SOAP yang digunakan untuk proses penyelesaian masalah kebidanan telah dilaksanakan pengkajian dan analisa data pada kasus Ny “M”
dengan luka episiotomi di RSUD Syech Yusuf Gowa 2017 dan dilakukan pendokumentasian semua temuan dan tindakan yang telah dilakukan terhadap Ny “M” dengan hasil tidak ditemukannya kesenjangan dan tidak terjadi infeksi pada luka jahitan episiotomi.