Abstract :
Penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Upacara adat kematian sudah ada di Desa Salemba sebelum Islam dan Islam datang dengan mengislamkan adat tersebut. Kedua, dalam prosesinya terdapat beberapa tahapan mulai dari
penyelenggaraan pendahuluan, pembuatan keranda dan cokko’ cokko’, memandikan, mengafani, menshalatkan, menguburkan, passidekka (bersedekah), dan memperingati hari kematian dengan menyiapkan berbagai sesajian. Ketiga, adanya berbagai pandangan masyarakat desa Salemba terhadap upacara adat kematian yang dilakukan bahwa upacara adat kematian merupakan tradisi leluhur yang harus tetap
dilaksanakan secara turun temurun, adapula yang beranggapan bahwa dalam melaksanakan upacara adat kematian tergantung dari kemampuan keluarga yang
ditinggalkan dan menganggap bahwa upacara adat kematian dalam Isam hanya sampai tahap penguburan, tergantung dari kepercayaan masyarakat untuk memperingati hari kematian. Dengan adanya penelitian ini, penulis berharap khususnya pada masyarakat desa Salemba dalam melaksanakan upacara adat kematian terkhususnya pada peringatan hari kematian tidak adanya paksaan atau kewajiban untuk melaksanakannya dan tidak pula beranggapan akan terjadi malapetaka apabila tidak melaksanakan peringatan hari kematian tersebut.