DETAIL DOCUMENT
Makna Tradisi Assaukang pada Masyarakat Kelurahan Buluttana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa
Total View This Week1
Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author

Subject
392 Adat Istiadat Setempat 
Datestamp
2018-03-09 07:44:04 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi Assaukang di Kelurahan Buluttana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa, serta untuk mengetahui bagaimana masyarakat Buluttana memaknai tradisi Assaukang. Jenis penelitian yang digunakan adalah interpretatif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti sendiri merupakan instrumen dalam penelitian dilengkapi dengan pedoman pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman, yaitu: Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), dan Penarikan Kesimpulan (Contclusion Drawing/Verivication). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Assaukang yang dilaksanakan setiap tahun setelah musim panen yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu 1) pemberitahuan, 2) appasadia (menyediakan), 3) allaling (mengangkut), 4) apparuru (bersiap-siap), 5) berdoa dan 6) penutup. Masyarakat Kelurahan Buluttana memaknai tradisi Assaukang sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan karena berhasilnya panen mereka serta masyarakat juga memaknai tradisi Assaukang sebagai bentuk hubungan manusia dengan manusia. 

Institution Info

Universitas Islam Negeri Alauddin