Abstract :
Berdasarkan hasil penelitian Strategi komunikasi dakwah yang dilakukan
Yayasan Wahyu Mandiri dalam pembinaan anak keluarga broken home di Desa
Bontoala dilihat dari dua aspek yaitu komunikasi antarpribadi dan komunikasi
kelompok. Adapun faktor penghambatnya pada umumnya ialah kepribadian serta
latar belakang anak yang berbeda-beda terkadang membuat para pembina/pengurus
mendapat kesulitan dalam menghadapi mereka, sehingga untuk menghadapi prilaku
anak cukup sulit untuk diberi pengarahan pada pertama kali masuk ke Yayasan
Wahyu Mandiri. Adapun faktor pendukung di antaranya ialah para pembina/pengurus
menggunakan pendekatan komunikasi pada anak-anak dianggap seperti anak
kandung, sehingga anak merasa nyaman saat pembina/pengurus yayasan
menyampaikan komunikasi dakwahnya.