Abstract :
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab yang melatarbelakangi
proses terjadinya culture shock pada mahasiswa Bugis Sinjai di Makassar, terbagi
atas penyebab internal dan eksternal. Culture shock yang terjadi pada setiap
individu memiliki gejala dan reaksi dalam bentuk stress mental maupun fisik yang
berbeda-beda mengenai sejauhmana culture shock mempengaruhi kehidupannya.
Pengalaman culture shock bersifat normal terjadi pada mahasiswa perantauan
yang memulai kehidupannya di daerah baru dengan situasi dan kondisi budaya
yang berbeda dengan daerah asalnya. Empat fase dalam culture shock yaitu fase
optimistik (fase pertama), masalah kultural (fase kedua), fase recovery (fase
ketiga) dan fase penyesuaian (fase terakhir). Dampak culture shock pada
mahasiswa perantauan di Makassar terdapat pada fase terakhir dalam culture
shock yang ditunjukkan dengan adanya tindakan adaptasi budaya yang
diaplikasikan oleh mahasiswa perantauan di Makassar sebagai tempat rantauan.