Abstract :
Penelitian ini berjudul Analisis groupthink komunitas Tangan di Atas (TDA)
di Makassar. Adapun sub masalah atau pertanyaan penelitian di ambil dari asumsi
dasar teori groupthink, yaitu: 1) Bagaimana bentuk kohesivitas kelompok pada
komunitas tangan di atas (TDA) di Makassar?, 2) Bagaimana proses pemecahan
masalah kelompok pada komunitas tangan di atas (TDA) di Makassar?, 3) Bagaimana
proses pengambilan keputusan kelompok yang terjadi didalam komunitas tangan di
atas (TDA) di Makassar?
Jenis penelitian ini tergolong penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif
dengan menggunakan pendekatan komunikasi kelompok. Adapun sumber data yang
dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Selanjutnya, metode
pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui field research dengan melakukan
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta melalui library research.
Sedangkan, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga
tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kelompok yang terjalin
didalam komunitas TDA Makassar mengalami adanya beberapa kondisi groupthink,
yaitu out group stereotypes (pemikiran kelompok terhdap pihak luar), illusion of
unanimity (ilusi akan kebulatan suara) dan self censorship (pembatasan diri), yang
disebabkan oleh kohesivitas kelompok serta adanya beberapa anggota kelompok yang
lebih memilih untuk diam dibandingkan mengemukakan pendapatnya saat rapat
pengambilan keputusan berlangsung. Meskipun begitu, tidak semua kondisi dan
gejala yang dipaparkan dalam teori terjadi saat rapat. karena pada dasarnya, semua
anggota kelompok tetap saling menjaga keutuhan tidak ada yang mendominasi.
Segala tugas kelompok yang diberikan oleh ketua didiskusikan bersama, dicari jalan
keluar yang terbaik dan dilaksanakan sesuai dengan tugas divisi masing-masing.