Abstract :
Perkembangan industri di Indonesia selalu mengalami peningkatan, Aktifitas
industri selain memberikan dampak positif tentu juga akan memberikan dampak
negatif yang sangat jarang disadari oleh masyarakat. Salah satunya adalah limbah cair
yang dihasilkan oleh industri yang tidak mengalami penanganan yang sempurna,
sehingga dapat menyebabkan pencemaran, seperti pencemaran logam berat, salah
satunya pencemaran logam kadmium. Oleh karena itu perlu dilakukan solusi untuk
mengatasi pencemaran tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan
menggunakan metode absorbsi melalui proses koagulasi, yaitu dengan menggunakan
koagulan serbuk biji kelor dan Poly Aluminium Chloride. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi, daya serap dan efektifitas
dari serbuk biji kelor dan PAC dalam menurunkan kadar logam kadmium pada air.
Penenlitian ini meliputi proses preparasi serbuk biji kelor, proses koagulasi
menggunakan serbuk biji kelor, proses koagulasi menggunakan PAC, proses
destruksi dan uji penurunan kadar kadmium pada air menggunakan alat AAS.
Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan semakin tinggi konsentrasi
koagulan serbuk biji kelor yang digunakan dalam menurunkan kadar logam Cd pada
air, maka semakin meningkat pula penyerapan terhadap logam Cd, sedangkan PAC
akan mengalami penurunan penyerapan logam pada konsentrasi 2 gram dalam 50 mL
air, serbuk biji kelor memiliki daya serap yang lebih tinggi dalam menurunkan kadar
logam Cd yaitu penyerapan logam Cd tertinggi adalah sebesar 4,53 mg/L pada
penambahan koagulan sebesar 2 gram, sedangkan penurunan logam Cd tertinggi pada
penambahan koagulan PAC adalah sebesar 0,98 mg/L pada penambahan 1,5 gram
koagulan PAC dan serbuk biji kelor lebih efektif daripada PAC dalam menurunkan
kadar logam Cd pada air.
Kata kunci :Pencemaran, Biji Kelor, Protein Kationik, PAC dan Logam Kadmium.