Abstract :
Telah dilakukan penelitian tentang Pemanfaatan Gerabah Pada Penjernihan
Air Dengan Metode Osmosis. Penelitian ini menggunakan tiga komposisi gerabah
dengan perbandingan komposisi material sekam padi, tanah liat, dan pasir kuarsa
yaitu gerabah 1 = 20% : 30% : 50%, gerabah 2 = 50% : 30% : 20%, dan gerabah 3 =
70% : 20% : 10%. Sampel terdiri dari lokasi I (air sumur Pa’baeng-baeng), lokasi 2
(air sumur TPA Antang), lokasi 3 (air sumur limbah rumah tangga Mannuruki 2), dan
lokasi 4 (air PDAM Mannuruki 2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
seberapa besar tingkat konduktivitas, suhu, pH, turbiditas, waktu, volume, densitas,
dan debit air setelah penyaringan menggunakan metode osmosis pada gerabah
dicampur sekam padi untuk menentukan kualitas air bersih. Hasil perhitungan dan
pengukuran terhadap tingkat penambahan persentasi sekam padi sangat
mempengaruhi tingkat turbiditas air setelah penyaringan. Dari nilai rata-rata
perhitungan dan pengukuran parameter fisis dengan perbandingan komposisi gerabah
yang paling layak untuk penjernihan air dalam penelitian adalah pada komposisi
gerabah 3. Ditinjau dari empat lokasi yang mengalami penurunan secara signifikan
setelah penyaringan berdasarkan tingkat turbiditasnya adalah lokasi 2 (Sumur TPA
Antang) sebesar 0,62 NTU dan lokasi 3 (air limbah rumah tangga Mannuruki 2)
sebesar 1,89 NTU dan telah memenuhi standar air bersih berdasarkan PERMENKES
No. 416/MENKES/PER/IX/1990.
Kata kunci: Gerabah, Penjernihan air, Metode Osmosis, dan Sekam padi.
xviii