Abstract :
Uraian skripsi ini memuat tentang Islamisasi kesultanan Buton. Pokok
permasalahan skripsi ini adalah bagaimana proses islamisasi kesultanan Buton.
Masalah ini dilihat dari pendekatan historys, dengan metode penelitian yang
dipergunakan adalah penelitian pustaka.
Islamisasi kesultanan Buton, dapat dikatakan berlangsung secara penetrasi
damai yang banyak betenggang rasa dengan bentuk-bentuk tradisi ulama sufi yang
telah melangsungkan islamisasi di Buton tidak bersifat radikal dan heroik, sebab
target utama ulama sufi adalah menanamkan akidah Islam masyarakat Buton dengan
harapan akan terbentuk suatu rantai genarasi muslim yang melangsungkan islamisasi
secara berkesinambungan. Top down merupakan proses bagaimana berlangsungnya
islamisasi di kesultanan Buton sama halnya islamisasi yang terjadi di Sulawesi
Selatan, artinya dari atas ke bawah. Raja yang berkuasa pada waktu itu yang lebih
dahulu memeluk Islam selanjutnya diikuti oleh rakyatnya.
Perubahan bentuk pemerintahan dari kerajaan menjadi kesultanan disebabkan
oleh masuknya pengaruh Islam di Buton yang di bawa oleh Syekh Abdul Wahid
selaku seorang pengembang dan penyebar Islam yang berdarah Arab dan berasal dari
Semenanjung Melayu pada tahun 948 Hijriah (1542 M) dengan dilantiknya raja ke-6
Lakilaponto sebagai sultan Buton I dengan gelar sultan Murhum Kaimuddin
Khalifatul Khamis.