Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author
Subject
659.1 Periklanan, Reklame, Pariwara, Iklan, Sponsor
Datestamp
2018-12-07 07:18:08
Abstract :
Penelitian berawal dari ketertarikan penulis terhadap dunia periklanan yang ditayangkan melalui media massa, dalam hal ini media televisi yaitu iklan Susu Diet WRP edisi Diet Gampang dan Sehat. Pesan dari produk dikemas dengan kreativitas tinggi sehingga menghasilkan iklan yang menarik. Untuk menjelaskan masalah yang akan diteliti, dirumuskan masalah sebagai berikut yaitu, Bagaimana makna gaya hidup sehat dalam iklan Susu Diet WRP edisi Diet Gampang dan Sehat di televisi? Penlitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik. Analisis semiotik merupakan cara atau metode untuk menganalisis dan memberikan makna-makna terhadap lambing-lambang yang terdapat pada suatu paket lambing-lambang pesan atau teks. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer: data diperoleh dari rekaman Iklan Televisi Susu Diet WRP edisi Diet Gampang dan Sehat, sumber data sekunder: data yang diperoleh dari studi kepustakaan, informasi media massa yang berhubungan dengan objek penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis semiotik Roland Barthes. Objek dalam penelitian ini adalah Iklan Televisi Susu Diet WRP edisi Diet Gampang dan Sehat yang akan dibahas lambing-lambang komunikasi dan aspek sinematografis setiap scene yang mendukung terbentuknya makna iklan tersebut, sehingga akan diperoleh makna denotasi, konotasi, dan mitos dari hubungan ketiganya. Penelitian ini mendapatkan data bahwa ditinjau dari Denotasi, Konotasi dan Mitos pesan yang ingin disampaikan, peneliti mendapatkan hasil bahwa iklan susu diet WRP edisi diet gampan dan sehat yang diartikan penulis yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat, mengkonsumsi susu diet WRP dan dikombinasikan dengan berolahaga akan mendatangkan kebaikan untuk siapa saja yang menerapkan pola hidup tersebut, khususnya kaum wanita. Dan juga hasil dari mitos yang menjelaskan bahwa mengkonsumsi makanan yang berlemak sebenarnya tidak selalu membuat badan menjadi gemuk dan merusak pola hidup sehat.