Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Adelina, Riati Ginting
Rumzi, Samin
Edison, Edison
Subject
354.9 Administration of Labor/Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans)
Datestamp
2021-07-26 07:02:46
Abstract :
Kerusakan pada jalan akan menimbulkan banyak kerugian yang dapat dirasakan oleh
penguna kendaraan secara langsung karena akan menghambat laju dan kenyamanan
pengguna jalan dan dapat juga menyebabkan kecelakaan apabila tidak segera
ditangani. Beberapa titik ruas jalan di Kota Tanjungpinang sudah terlihat adanya
perbaikan dan penambalan, namun bukan berarti lepas dari pemantauan dan
pemeliharaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pemeliharaan
dan Penilikan Jalan di Kota Tanjungpinang. Metode Penelitian yang di gunakan
dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan
menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Komunikasi yang dilakukan oleh ketiga
penyelenggara jalan sudah optimal dengan memberikan kebebasan kepada
masyarakat untuk melakukan laporan ataupun keluhan terkait jalan rusak dengan
datang langsung ke instasnsi yang sesuai dengan wewenang nya. 2) Sumber daya
manusia antar ketiga penyelenggara jalan sudah cukup memadai, sumber daya
fasilitas sudah cukup memadai meskipun harus lebih dimaksimalkan lagi, dan sumber
daya anggaran masih belum optimal.. 3) Disposisi ke tiga penyelenggara jalan sudah
rensponsive dengan turun lansung ke lapangan saat menerima keluhan terkait jalan
rusak walaupun tidak langsung diperbaiki karena harus mensurvey kondisi jalan dan
melihat dulu ada atau tidak dana anggaran. 4) Struktur birokrasi belum optimal, hal
ini terlihat dengan belum adanya SOP berupa dokumen khusus. Kesimpulan dalam
penelitian ini adalah Implementasi Peraturan Menteri PU nomor 13 tahun 2011 yang
di lakukan oleh pelaksana penyelengara jalan yaitu Dinas PUPR Kota
Tanjungpinang, Dinas PUPRP Provinsi Kepulauan Riau, dan Satker P2JN Kepulauan
Riau secara keseluruhan sudah berjalan maksimal meskipun ada beberapa hambatan.
Saran dari Peneliti Masih perlunya peningkatan dari pelaksana penyelenggara jalan
dalam melakukan pemeliharaan jalan dengan mengawasi secara berkala ruas ruas
jalan yang perlu mendapatkan perhatian agar bisa cepat ditangani.
Kata Kunci :Implementasi, Pekerjaan Umum, Pemeliharaan Jalan