Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Darwis, Darwis
Rumzi, Samin
Edy, Akhyary
Subject
362.7 Problems and Services to Young People/Permasalahan dan Layanan kepada Anak dan Remaja
Datestamp
2021-07-26 07:41:31
Abstract :
Salah satu yang menjadi permasalahan Publik di Indonesia Khususnya dibidang
Kesejahteraan Sosial saat ini adalah Masalah Penanggulangan Program Anak
Jalanan. Tujuan didalam penelitian ini adalah Untuk Melihat implementasi kebijakan
penanggulangan anak jalanan, gelandangan dan pengemis di kabupaten karimun
serta melihat faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan
penanggulangan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Informan terdiri dari
Bupati, Kadis Sosial, Stol PP, Masyarakat dan anak jalanan. Penelitian dengan
menggunakan teknikan Deskriptif dengan pendekatan kualitiatif. Hasil penelitian
dapat dilihat pada indikator Ukuran dan tujuan kebijakan dalam menanggulangi
anak jalanan di karimun harus diperhatikan penerapan dari kebijakan yang dibuat
oleh pemeritah Daerah dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang timbul di
masyarakat, apakah ukuran dan tujuan daripada kebijakan itu sendiri sudah jelas
tujuannya atau masih abu-abu dalam pelaksanaannya. Indikator Karakteristik agen
pelaksana Sebagai Pelaksana dari sebuah kebijakan publik yang berusaha untuk
menciptakan ketertiban dan ketentraman masyarakat, merubah perilaku dan tingkah
laku manusia, serta mewujudkan keseimbangan, keselarasan dan keserasian antara
kepentingan individu dan masyarakat. Indikator sumber daya Dinas Sosial sendiri
masih terbilang kurang. Dari segi sumber daya manusia hanya ada 33 orang yang
terdiri dari 6 anggota satpol pp, 6 polisi dan 21 orang. Indikator Komunikasi dan
koordinasi Dinas Sosial dengan pihak yang sebetulnya dapat terlibat juga masih
kurang, terbukti yang masih berperan aktif melakukan rehabilitasi hanya BNN
padahal Dinas Sosial sendiri mengakui bahwa mereka kekurangan tempat untuk
melakukan pembinaan. Indiktor Lingkungan Sosial, ekonomi dan Politik peneliti
menemukan masih adanya masyarakat kurang berperan aktif dalam mendukung
Himbauan-himbauan penerapan kebijakan ini, terbukti masih banyak orang yang
justru memberikan uang kepada anjal dan gepeng dengan alasan kasihan maupun
agar mereka cepat pergi dan tidak mengganggu. Kesimpulan Implementasi kebijakan
pembinaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis belum ada yang dapat tercapai
secara maksimal dikarenakan alokasi anggaran dalam mengatasi permasalahan sosial
masih terbatas, karena sarana dan prasarana masih terbatas.
Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan Penanggulangan, anak jalanan.