Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Baami, Isga
Edy, Akhyary
Edison, Edison
Subject
362.1068 Medical Service Management/Manajemen Layanan Kesehatan
Datestamp
2021-07-28 05:29:36
Abstract :
Limbah medis merupakan limbah yang berasal dari pelayanan medis, perawatan gigi, farmasi, penelitian, pengobatan, perawatan atau pendidikan yang menggunakan bahan-bahan yang beracun, infeksius, berbahaya atau membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu (Depkes RI 2001). Limbah yang di hasilkan tersebut dalam pengelolaannya memiliki berbagai macam standar dalam pengelolaannya baik dari segi pengumpulan hingga limbah itu di hancurkan, maka dari itu untuk memantau kegiatan pengelolaan tersebut di dalam pemerintahan daerah dibentuk Dinas Lingkungan Hidup yang salah satu kegiatannya adalah mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan limbah supaya lingkungan tidak tercemar ketentuan penglolaan limbah medis tercantum dalam Permen LHK No. 56 Tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang dalam pengelolaan limbah medis yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup pada Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian dilakukan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang. Penentuan informan dengan cara Purposive sampling yaitu orang yang dianggap paling tahu tentang Pengawasan Limbah Rumah Sakit. Penelitian ini membahas tentang pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang dalam pengelolaan limbah medis yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup pada Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau dengan menggunakan tiga indikator dari teori Kartini Kartono. Dilihat dari indikator menentukan ukuran pelaksanaan, belum berjalan maksimal karena beberapa kendala seperti kekurangan sarana dan prasarana. Dari indikator memberikan penilaian dapat dikatakan bahwa DLH dalam melakukan pengawasan hanya berdasarkan hal-hal yang ada di dokumen saja, hal ini bisa menimbulkan hal-hal baru seperti yang telah di paparkan. Dari indikator mengadakan korektif dapat dikatakan bahwa DLH bentuk dari tindakan korektif yang dilakukan DLH adalah dengan memberikan rekomendasi terkait dengan pengelolaan limbah namun rekomendasi tersebut belum dijalankan oleh pihak yang diawasi.