Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
T. Suhartina, T. Suhartina
Sri, Wahyuni
Marisa, Elsera
Subject
390 Customs of People/Adat Istiadat dan Kebiasaan Masyarakat Berdasarkan Status Ekonomi dan Kelas Sosial
Datestamp
2021-07-28 07:39:30
Abstract :
Masyarakat beragama mempercayai sesuatu, mensakralkan sesuatu, percaya
kepada yang gaib (supernatural). Di Desa Kudung terdapat tradisi yang dianggap
sakral oleh masyarakat seperti salah satunya Tradisi Ketupat Lepas, merupakan
tradisi tahunan yang dilaksanakan pada 1 Muharram sebagai bentuk Bela Kampung.
Dengan melaksanakan tradisi ini diyakini dapat mencegah segala marabahaya yang
akan menimpa baik individu, keluarga maupun desa mereka. Selain itu, juga
diharapkan datangnya hal-hal yang baik dan bermanfaat. Masyarakat masih kental
dengan "Adat Bersendikan Syarak, dan Syarak Bersendikan Kitabullah". Hal ini
menyiratkan bahwa, secara langsung atau tidak, tradisi kebudayaan Melayu di Lingga
tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Tradisi ini masih dilaksanakan, bahkan
masyarakat pendatang yang bukan suku asli Melayu Kudung juga ikut
melaksanakannya. Dengan begitu peneliti tertarik ingin melihat kepercayaan
masyarakat pendatang terhadap Tradisi Ketupat Lepas. Metode dalam penelitian ini
menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif karena peneliti
berusaha menggambarkan, mengungkapkan dan menjelaskan tentang fenomena
mengenai kepercayaan masyarakat pendatang terhadap ritual ketupat lepas di Desa
Kudung Kecamatan Lingga Timur. Data tersebut penelliti dapatkan melalui
wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi terhadap
informan. Adapun kriteria informan dalam penelitian ini adalah Masyarakat
pendatang yang sudah menetap 15-32 tahun, masyarakat tempatan yang memahami
dan melaksanakan Tradisi Ketupat Lepas, serta Tokoh adat Desa Kudung. Hasil
penelitian ini menemukan bahwa masyarakat pendatang terhegemoni melaksanakan
Tradisi Ketupat Lepas yaitu karena memiliki tradisi yang mirip dari tempat asal
mereka, serta memiliki tujuan yang sama dengan masyarakat tempatan. mereka
terhegemoni karena interaksi yang terus menerus dilakukan dengan masyarakat
tempatan sehingga pemahaman terhadap nilai-nilai, norma dan kebudayaan dapat
tertanam secara perlahan tanpa adanya suatu paksaan.
Kata Kunci: Kepercayaan, Tradisi Ketupat Lepas, Hegemoni Budaya