Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Aida, Audina
Oksep, Adhyanto
Handrizal, Handrizal
Subject
362.296 Tobacco Problems/Permasalahan Tembakau, Permasalahan Rokok
Datestamp
2021-07-28 07:48:51
Abstract :
Kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade
Zone (FTZ) merupakan komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan
percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah. Di provinsi Kepulauan Riau, ada tiga
wilayah yang dijadikan sebagai kawasan FTZ yaitu Batam, Bintan dan Karimun.
Salah satu kebijakan yang diberikan terhadap kawasan bebas ini adalah dengan
diberikannya izin usaha Rokok Khusus Kawasan Bebas. Namun, hal ini menjadi
permasalahan di lapangan karena peredaran rokok khusus kawasan bebas di luar
kawasan bebas yang tidak terkendali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh KPPBC Tipe Madya
Pabean B Kota Tanjungpinang terhadap peredaran rokok khusus kawasan bebas.
Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan, maraknya
peredaran rokok khusus kawasan bebas di luar kawasan bebas dikarenakan
rendahnya kesadaran masyarakat, ketidakjelasan batas-batas dari kawasan bebas,
pemberian kuota rokok oleh Badan Pengusahaan Kawasan wilayah Kota
Tanjungpinang yang dianggap berlebihan, tingginya permintaan masyarakat
terhadap rokok khusus kawasan karena harganya yang terjangkau. Upaya
pengawasan telah dilakukan oleh pihak Bea dan Cukai baik secara preventif dan
represif guna meminimalisir pelanggaran, namun berdasarkan hasil penelitian,
pengawasan tersebut masih belum berjalan secara optimal.
Kata Kunci: Pengawasan, Rokok, Kawasan Bebas.