Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Riski Arta, Ananda
Febrian, Febrian
Linda, Rosmery
Subject
371.36 Project Methods/Metode Pengajaran Tertentu, Metode Pembelajaran Tertentu
Datestamp
2021-07-28 08:02:44
Abstract :
Kegiatan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari ilmu matematika.
Pembelajaran matematika disekolah tidak hanya bertujuan agar peserta didik paham
dengan materi yang diajarkan, peserta didik yang memahami materi diharapkan dapat
menerapkan materi yang diajarkan dalam kehidupannya. Oleh sebab itu peserta didik
dituntut mampu menghubungkan, mengaitkan, mengolah serta memodifikasi pengetahuan
yang telah diperoleh sebelumnya dalam rangka menyelesaiakan permasalahan yang
dihadapinya. Kemampuan berpikir reflektif adalah kemampuan berpikir dimana peserta
didik mampu menemukan dan membatasi informasi yang diketahui dan ditanyakan,
menjeleskan hubungan kedua informasi, mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan permasalahan, merancang strategi efektif untuk menyelesaikan
masalah dan mampu menerapkannya, mendeteksi kesalahan dan mampu memperbaiki
serta mampu memberikan pembuktian jawaban yang diperoleh dan menyimpulkannya.
Karena itu penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir reflektif yang dimiliki
peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis
kemampuan berpikir reflektif peserta didik kelas VII dalam menyelesaikan soal operasi
pecahan campuran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek
penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 14 Satu Atap Tanjungpinang tahun
pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 18 peserta didik. Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik tes dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan
teknik analisis data kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kemampuan
berpikir reflektif peserta didik kelas VII SMPN 14 Satu Atap dalam menyelesaikan soal
operasi pecahan campuran terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama peserta didik
dengan kemampuan berpikir reflektif tinggi dalam menyelesaikan soal dapat memenuhi
fase berpikir reflektif yaitu reacting, comparing, dan contemplating (25%). Kelompok
kedua peserta didik dengan kemampuan berpikir reflektif sedang dapat memenuhi fase
berpikir reflektif yaitu reacting dan comparing (50%). Kelompok ketiga peserta didik
dengan kemampuan berpikir reflektif rendah hanya mampu memenuhi fase berpikir
reflektif reacting (17%)