Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Hayatun, Nufus
Friska Septiani, Silitonga
Nina, Adriani
Subject
371.36 Project Methods/Metode Pengajaran Tertentu, Metode Pembelajaran Tertentu
Datestamp
2021-07-28 23:06:08
Abstract :
Kualitas pendidikan diperlukan suatu upaya pembelajaran yang optimal agar
siswa dapat menerima pelajaran serta mengerjakan soal dengan baik dan benar.
Dalam menyelesaikan suatu soal, kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa
dapat diklasifikasikan ke dalam kategori berdasarkan analisis kesalahan siswa
sehingga dapat mempermudah guru dalam mengambil keputusan dalam proses
pembelajaran dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis
permasalahan serta faktor penyebab terjadinya kesalahan siswa dalam
menyelesaikan soal kimia materi redoks kelas X IPA SMA Negeri 1 Toapaya.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel
menggunakan total sampling dengan sampel yaitu seluruh kelas X IPA yang
berjumlah 64 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis berbentuk uraian
terhadap 64 siswa dan wawancara terhadap 6 siswa dari sampel yang
mendapatkan nilai terendah. Hasil penelitian menunjukkan jenis kesalahan yang
dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal kimia materi redoks berdasarkan
prosedur Newman adalah: (a) Persentase kesalahan membaca sebesar 0%, (b)
Persentase kesalahan memahami sebesar 27%, (c) Persentase kesalahan
transformasi sebesar 36%, (d) Persentase kesalahan keterampilan proses sebesar
58%, dan (e) persentase kesalahan penulisan jawaban akhir sebesar 62%. F aktor
penyebab kesalahan siswa berdasarkan wawancara kepada 6 siswa adalah tidak
memiliki kemampuan menuliskan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan
dalam soal dengan benar, tidak menguasai materi reduksi oksidasi, kurang berlatih
mengerjakan soal kimia, asal-asalan mengerjakan soal, ada yang tidak menyukai
pelajaran kimia, tidak paham dengan metode penyelesaian yang digunakan
dengan benar, tidak paham dengan rumus yang seharusnya digunakan, terburuburu dalam mengerjakan proses penyelesaian, kurang teliti dengan jawaban yang
dikerjakan, serta termotivasi untuk meninggalkan ruangan kelas lebih cepat.