Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
KEVIN, KEVIN
Muzahar, Muzahar
Wiwin Kusuma Atmaja, Putra
Subject
639.31 Fish Culture in Fresh Water/Peternakan Ikan Air Tawar, Budidaya Ikan Air Tawar
Datestamp
2021-11-15 05:21:39
Abstract :
Ikan kakap putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis
yang tinggi. Ikan kakap putih juga memiliki keunggulan lainnya seperti memiliki
pertumbuhan yang relatif cepat, mudah dipelihara dan juga memiliki toleransi yang
tinggi terhadap perubahan lingkungan. Pemeliharaan larva yang optimal menjadi
salah satu faktor penentu keberhasilan dalam kegiatan budidaya. Beberapa
permasalahan dalam pemeliharaan larva salah satunya adalah tingkat kelangsungan
hidup yang rendah. Rendahnya tingkat kelangsungan hidup larva dipengaruhi oleh
faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat
kelangsungan hidup larva adalah perubahan faktor lingkungan akibat pergantian
air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pergantian air yang
optimal terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih. Penelitian ini
telah dilaksanakan pada bulan April - Juni 2021 di Balai Benih Ikan Pengujan,
Teluk Bintan II, Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode
rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan, yaitu K (tanpa pergantian air), A
(pergantian air 20%), B (pergantian air 25%) dan C (pergantian air 30%) dengan
masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Prosedur penelitian
meliputi persiapan wadah, persiapan air, persiapan larva uji, pemeliharaan ikan uji
dan sampling. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu tingkat
kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak dan abnormalitas, kemudian
data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan hasil perhitungan yang
menunjukkan pengaruh yang signifikan akan dilakukan uji lanjut Duncan, untuk
data kualitas air dianalisis menggunakan T Test paired sample untuk mengetahui
pengaruh pergantian air terhadap perubahan kualitas parameter air. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perlakuan A (pergantian air 20%) merupakan perlakuan yang
optimal dengan tingkat kelangsungan hidup 19,87%, pertumbuhan panjang mutlak
0,23mm dan abnormalitas larva 0,13%.