Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Annisa, Annisa
ADITYA HIKMAT, NUGRAHA
TRY, FEBRIANTO
Subject
628 Environmental Protection Engineering/Teknik Perlindungan Lingkungan, Teknik Lingkungan
Datestamp
2021-11-15 07:29:25
Abstract :
Pulau Bintan merupakan pulau yang memiliki ekosistem lamun yang luas di
perairan Indonesia. Ekosistem lamun memiliki kaitan yang erat dengan keberadaan
bivalvia. Kondisi struktur ekosistem lamun yang berbeda-beda di Perairan Pulau
Bintan diduga dapat berpengaruh terhadap asosiasi bivalvia pada ekosistem lamun.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur ekosistem lamun dan
mempelajari asosiasi bivalvia pada beberapa daerah Pesisir Pulau Bintan. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan November 2020-Juni 2021 di 4 stasiun yang terletak di
Pesisir Pulau Bintan, yang diantaranya adalah Dompak, Pengudang, Teluk Bakau
dan Pengujan. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini meliputi: Hand
GPS, transek kuadrat 50 x 50 cm, transek kuadrat 1 x 1 m, rol meter, plastik sampel,
alat tulis, sekop kecil, kamera, refraktometer, multitester, pipa, sieve net, aluminum
foil dan timbangan digital. Metode sampling menggunakan transek kuadrat dengan
membentangkan 3 buah transek garis sepanjang 100 m ke arah laut. Analisis data
yang digunakan pada penelitian ini yaitu tutupan lamun, kepadatan bivalvia, indeks
ekologi dan pola sebaran jenis. Analisis statistik yang dilakukan pada data
penelitian ini meliputi analisis PCA dan CA. Diperoleh 7 jenis lamun yang tersebar
di 4 lokasi penelitian dan tutupan lamun tertinggi terdapat di Pesisir Pengudang.
Ditemukan 28 spesies bivalvia dan jenis yang memiliki nilai kepadatan tertinggi
yaitu Gafrarium pectinatum. Circe tumefacta dan Gafrarium pectinatum memiliki
pola sebaran mengelompok pada keempat stasiun. Kepadatan bivalvia dipengaruhi
oleh tutupan lamun dan beberapa jenis bivalvia memiliki kecenderungan untuk
hidup pada vegetasi lamun tertentu.