Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
DELVINA, NEILIS
FADHLIYAH, IDRIS
ADITYA HIKMAT, NUGRAHA
Subject
628.4 Teknik Sanitasi Umum, teknologi pengolahan sampah, teknologi pengolahan limbah, teknologi pengolahan bahan sisa, teknologi pengolahan sampah industri
Datestamp
2021-11-16 02:30:25
Abstract :
Wilayah pesisir dikenal dengan daerah peralihan antara daratan dengan lautan,
dimana wilayah pesisir masih sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang ada di darat
dan di laut sehingga wilayah pesisir sangat rentan terhadap pencemaran sampah laut
(marine debris). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sampah laut
berdasarkan ukuran dan jenisnya. Penelitian ini dilakukan di Pulau Penyengat,
Tanjung Unggat, Tanjung Siambang dan Sebauk, pada bulan Februari sampai
Maret 2021. Pengambilan sampel menggunakan transek garis sepanjang 100 m dan
dibagi menjadi 5 lajur, kemudian setiap lajur diletakkan sub transek ukuran 5 x 5 m
untuk sampling sampah makro dan sub-sub transek ukuran 1 x 1 m sebanyak 25
kotak yang kemudian dipilih 5 kotak secara random untuk sampling sampah meso
dan mikro. Selanjutnya dilakukan analisis berdasarkan jumlah, kepadatan dan
massa sampah laut. Berdasarkan hasil penelitian, pesisir Kota Tanjungpinang
memiliki sampah ukuran makro, meso dan mikro (mikroplastik). Sampah makro
ditemukan sebanyak 1.717 item yang terdiri dari 9 jenis sampah yaitu plastik, kaca
dan keramik, busa plastik, logam, karet, kain, kertas dan kardus, kayu, dan bahan
lainnya. Sampah jenis kaca dan keramik menjadi jenis sampah makro yang
ditemukan dengan jumlah terbanyak yaitu 824 item dengan Tanjung Unggat
menjadi penyumbang terbesar dan plastik menjadi sampah yang dominan
ditemukan di Tanjung Siambang, Sebauk dan Pulau Penyengat. Sampah meso
ditemukan sebanyak 460 item yang terdiri dari plastik, busa plastik, kain, kaca dan
keramik, kertas dan kardus, logam dan karet. Sampah jenis plastik menjadi jenis
sampah meso yang paling dominan ditemukan diseluruh lokasi dengan jumlah total
yaitu 328 item. Sampah mikro (mikroplastik) ditemukan sebanyak 4.626 partikel
yang terdiri dari 5 bentuk yaitu fragmen, fiber, film, pelet dan foam. Mikroplastik
bentuk fragmen menjadi mikroplastik yang paling banyak ditemukan yaitu 2.366
partikel.