DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PASANG SURUT MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY DAN LEAST SQUARE DI PERAIRAN PENGUJAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
SINTA JUNIA, WULANDARI
DONY, APDILLAH
TRY, FEBRIANTO
Subject
623.89 Navigation/Navigasi Kelautan, Navigasi Laut 
Datestamp
2021-11-16 03:04:23 
Abstract :
Pulau Pengujan yang berada pada Selat Bintan adalah daerah dimana sebagian aktivitas masyarakatnya dipengaruhi fenomena pasang surut, seperti; transportasi laut untuk keperluan pelayaran, penyeberangan, maupun penangkapan ikan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasut meliputi; elevasi muka air laut, nilai konstanta harmonik, tipe pasut dan prediksi pasang surut kedepan menggunakan metode Admiralty dan Least Square di Perairan Pengujan. Penelitian ini dilakasanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2021. Pengumpulan data primer tinggi level muka air dilakukan dengan istrumen Tide Master selama 7 hari. Sedangkan data sekunder tinggi level muka air selama 22 hari berasal dari BIG (Badan Informasi Geospasial). Metode analisis data dilakukan dengan metode Admitralty dan Least Square menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel, sedangkan untuk analisis prediksi menggunakan perangkat lunak MIKE21 dan World Tides pada aplikasi Matlab R2012B. Hasil penelitian menunjukkan bilangan Formzahl Admiralty dan Least Square sebesar 0.35 dan 0.97 dengan tipe pasang surut keduanya adalah campuran condong keharian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal) dengan dipengaruh posisi bulan (M2). Diperoleh tinggi level muka air laut selama 7 hari mencapai nilai maksimum 263 cm dan minimum 11 cm, dengan tinggi level muka air rata-rata 118 cm. Nilai elevasi muka air (MSL) Admiralty dan Least Square diperoleh nilai sebesar 154.11 cm dan 118,37 cm, MHWL= 233,47 dan 268,31, LLWL= 43,11 dan 254,56, MHWS= 230,22 dan 215,52, MLWS= 78,01 dan 21,22, MLWL= 74,75 dan -31,57, CDL= 51,73 dan -72,89, LAT= 0 dan -139,36. Uji peramalan pada waktu 3, 6 dan 12 bulan kedepan pada metode Admiralty menghasilkan RMSE terkecil yakni 0,664. Berdasarkan hasil akurasi prediksi tersebut menunjukkan bahwa metode Admiralty sedikit lebih baik dibandingkan dengan metode Least Square. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji