Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ALFARIZ, ALFARIZ
KHAIRUL, HAFSAR
TETTY, TETTY
Subject
639.2 Commercial Fishing/Penangkapan Ikan untuk Tujuan Komersial
Datestamp
2021-11-17 03:15:56
Abstract :
Desa Selayar merupakan wilayah pesisir dengan mayoritas penduduk sebagai
nelayan yang memanfaatkan sumberdaya ikan teri. Upaya nelayan Desa Selayar
untuk menangkap ikan teri menggunakan kelong apung, Modal pembuatan kelong
Rp 30.000.000 - Rp 60.000.000, sedangkan untuk biaya operasional penangkapan
ikan per hari sekitar Rp 200.000, digunakan untuk membeli minyak solar, rokok,
garam, dan oli. Nelayan kelong apung di Desa Selayar mulai melakukan
penangkapan pada sore hari dan pulang pada pagi hari, nelayan melakukan
penangkapan pada saat bulan gelap dan istirahat pada bulan terang. Nelayan
melakukan penangkapan selama 20 hari dalam 1 bulan. Pendapatan nelayan dalam
1 kali turun melaut kurang lebih 10 kintau (Basket) teri basah, jika dikeringkan akan
menjadi kurang lebih 30 kg ikan teri kering. Jika 1 kg ikan teri kering dihargai Rp.
65.000, maka setiap kali nelayan kelong melaut akan mendapatkan pendapatan
kotor Rp. 1.950.000. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pendapatan
nelayan kelong apung ikan teri dan apa saja faktor-faktor produksi kelong apung
ikan teri. Metode yang digunakan metode survei purposive sampling yang
digunakan untuk menyurvei unit penangkapan kelong apung sebanyak 15
responden. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari April- Mei 2021 di
Desa Selayar Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Analisis data
menggunakan analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan. Berdasarkan hasil
analisis, total penerimaan rata-rata per tahun usaha kelong apung ikan teri di Desa
Selayar sebesar Rp 245.700.000. Total biaya rata-rata per tahun yang dikeluarkan
sebesar Rp 21.822.322. Upah pengelola dan nelayan ABK kelong apung rata-rata
per tahun sebesar Rp 134.326.607. Pendapatan bersih rata-rata per tahun pemilik
kelong apung ikan teri sebesar Rp 89.551.071.