Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
YOSI, LASARI
KHAIRUNNISA, KHAIRUNNISA
TETTY, TETTY
Subject
639.2 Commercial Fishing/Penangkapan Ikan untuk Tujuan Komersial
Datestamp
2021-11-17 03:58:51
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha UMK Pengupasan
Daging Rajungan dan mengidentfikasi prospek pengembangan usaha UMK
Pengupasan Daging Rajungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari?April 2021 di UMK Pengupasan Daging Rajungan Sei Ladi Kota Tanjungpinang.
Penelitian ini dirancang menggunakan metode survei dan analisis deskriptif
kuantitatif sebagai metode analisis yang digunakan. Metode pengambilan sampel
yang digunakan adalah metode purposive sampling. Data hasil penelitian tentang
kelayakan usaha diukur dengan analisis finansial yaitu Revenue Cost Of Ratio
(R/C Ratio), Benefit Cost Of Ratio (B/C Ratio), Break Event Point (BEP Volume),
Break Event Point (BEP Harga), Payback Periode (PP) dan Net Present Value
(NPV). Sedangkan prospek pengembangan usaha pada UMK Pengupasan Daging
Rajungan akan diidentifikasi menggunakan analisis SWOT.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada UMK Pengupasan Daging
Rajungan diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 2,45, B/C Ratio sebesar 1,45, BEP
Volume 4.718,22 kg, BEP harga Rp 101.985, Payback Periode 1 Tahun 2 bulan 7
hari, Net Present Value Rp Rp 5.713.143.210. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
UMK Pengupasan Daging Rajungan menguntungkan serta layak untuk
dikembangkan. Berdasarkan analisis SWOT pada UMK Pengupasan Daging
Rajungan memiliki 6 kekuatan yaitu modal, sarana prasarana yang lengkap, lokasi
strategis, pembinaan nelayan, pemberdayaan hasil laut, dan memiliki surat izin
usaha. Sedangkan kelemahannya ialah pasokan rajungan yang tidak stabil, dan
belum adanya pemanfaatan limbah cangkang rajungan. Peluang UMK Pengupasan
Daging Rajungan ialah pasar yang luas, kesempatan untuk memperluas usaha, dan
memiliki konsumen tetap. Sedangkan ancaman yang dihadapi oleh UMK
Pengupasan Daging Rajungan ialah minimnya alat tangkap, semakin banyak
pesaing, Pandemik Covid- 19, serta penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan
dan merusak habitat rajungan.