Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Desy, Rostia
Nanik, Rahmawati
Emmy, Solina
Subject
390 Customs of People/Adat Istiadat dan Kebiasaan Masyarakat Berdasarkan Status Ekonomi dan Kelas Sosial
Datestamp
2021-12-08 03:36:40
Abstract :
Indonesia, merupakan negara yang memiliki masyarakat plural dan multikultural.Yaitu
terdiri dari berbagai suku bangsa sertakebudayaan yang berbeda-beda.Hal tersebut dapat
berpengaruh terhadap perilaku manusia itu sendiri yang memiliki perbedaan antara satu
daerah dengan daerah yang lainnya.Dalam hal suatu masyarakat / penduduk yang berpindah
kesuatu daerah atau wilayah yang disana memiliki masyarakat dengan karakter dan latar
belakang kebudayaan yang berbeda, maka kontak budaya pun akan terjadi atas adanya
perbedaan-perbedaan yang ada. Seperti halnya yang terjadi pada masyarakat suku Buton
yang melakukan perpindahan dari daerah asalnya untuk tinggal dan menetap di
Tanjungpinang yang notabennya penduduk asli dan mayoritas di Tanjungpinang adalah
Melayu. Untuk dapat terbiasa hidup dilingkungan yang baru bersama masyarakat sekitar,
maka para suku Buton yang merupakan pendatang di Tanjungpinang akan melakukan
beberapa penyesuaian / adaptasi. Secara singkat adapun yang dimaksud dengan adaptasi
adalah suatu pengamatan serta upaya menyesuaikan diri yang dilakukan dalam tujuan
terciptanya kesesuaian dengan kondisi lingkungan maupun keadaan yang ada. Lebih lanjut
pada penelitian ini peneliti akan mengkaji terkait bagaimanakah proses adaptasi yang
dilakukan oleh masyarakat suku Buton pada masyarakat suku Melayu di Tanjungpinang,
dengan alasan ketertarikan peneliti yaitu terdapat suatu perbedaan-perbedaan kebudayaan
yang cukup signifikan diantara kedua suku tersebut, serta dari hasil pengamatan awal juga
diketahui terdapat beberapa kesulitan dalam beradaptasi yang dikarenakan adanya stigma
yang kurang baik pada masyarakat suku Buton yang merupakan pendatang di
Tanjungpinang. Pada penelitian ini peneliti ingin melihat proses adaptasi yang dilakukan
hingga sampai penyesuaian tersebut telah berhasil dan keserasian dalam kehidupan seharihari merekapun saling berdampingan. Untuk itu maka peneliti melakukan suatu penelitian
dengan metode kualitatif, dengan menarik sampel masyarakat suku Buton yang telah
menetap di Kota Tanjungpinang lebih dari sepuluh tahun sebagai informan utama, dan
peneliti juga mengambil beberapa informan tambahan yaitu masyarakat suku Melayu yang
berada / tinggal disekitar masyarakat suku Buton, dengan alasan sebagai penguji keabsahan
data dan agar mampu lebih dalam mengetahui terkait hubungan keduanya. Setelah penelitian
ini dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa secara ringkas para masyarakat suku Buton telah
berhasil melakukan penyesuaian, adapun penyesuaian tersebut dilakukan pada beberapa
aspek, yaitu dengan tujuan agar mampu terbiasa dan dapat masuk menjadi bagian dari
masyarakat Melayu setempat yang dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang saling
berhubungan