Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Agung, Harsa
Kustiawan, Kustiawan
Yudhanto, Satyagraha Adiputra
Subject
363.61 Water Supply/Persediaan Air
Datestamp
2021-12-24 02:18:59
Abstract :
Program Kota Tanpa Kumuh ini merupakan program nasional yang bertujuan
untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di
permukiman kumuh perkotaan untuk mewujudkan permukiman perkotaan yang layak
huni, produktif dan berkelanjutan. Dalam percepatan penanganan kawasan kumuh
mendukung gerakan 100-0-100 di perkotaan yaitu 100 persen akses air minum, 0 persen
kawasan pemukiman kumuh dan 100 persen sanitasi. Pada petengahan tahun
2016 di Indonesia khususnya di kota Tanjungpinang di keluarkannya salah satu
program dari Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen
Cipta Karya No.40/SE/DC/2016 tentang Pedoman Umum Program Kota Tanpa
Kumuh. Adapun kegiatan yang di lakukan pemerintah kota, khusunya dinas
Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bidang Cipta Karya dalam studi
kasus peneliti terkait dengan pelayanan air minum/baku di kelurahan Kampung
Bugis, pemerintah kota Tanjungpinang, khusunya dinas PUPR di bidang Cipta Karya
telah membangun Sumur bor, dan pemasangan pipa-pipa air ke rumah masyarakat yang
berada di permukiman pesisir Kampung Bugis tersebut. Di kelurahan Kampung Bugis
tersebut, ada 2 titik sumur bor yang telah di bangun, yang menjadi sumber air untuk
masyarakat kampung Bugis, khusunya masyarakat pesisir, namun sumber air tersebut
kubiknya sangat kecil untuk di aliri ke rumah masyarakat yang ada di pesisir, karna
masyarakat masih mengeluh kesahkan permasalahan air di lokasi tersebut. Sebagian
masyarakat sudah mendapatkan fasilitas pemasangan pipa dari Dinas PUPR namun air
tersebut tidak dapat teraliri ke rumah masyarakat yang ada di pesisir Kampung
Bugis. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi KOTAKU
dengan permasalahan air minum di kelurahan Kampung Bugis Kota Tanjungpinang
dengan menggunakan teori Van Metter, dan Van Horn. Metode penelitian yang di
gunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan informan berjumlah 10 orang, serta
menggunakan tekhnik reduksi data, pemyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian di temukan bahwa saat ini implementasi sudah berjalan, namun belum
optimal, solusi yang di berikan dari pihak terkait yaitu pihak Unit Pelaksana Tekhnis
Dinas(UPTD) yang ada di bawah naungan dinas PUPR
xi
di bidang Cipta Karya, yaitu dengan cara mengalihkan aliran SPAM Kampung Bugis
ke SPAM Sungai Ladi