Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Catra Ari, Prasetyo
Kustiawan, Kustiawan
Nazaki, Nazaki
Subject
338.04092 Entrepreneurs/Entrepreneur, Wirausaha
Datestamp
2021-12-24 02:49:41
Abstract :
Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran penting dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam perkembangannya Desa Kelong
telah memberikan modal awal sebanyak Rp. 200.000.000 ditahun 2016 sejak
berdirinya BUMDes Layar Bertuah. Sejak berdirinya BUMDes Layar Bertuah yakni
pada tahun 2016, BUMDes Layar Bertuah belum bisa memberikan kontribusi yang
maksimal untuk Desa Kelong. Pada awal berdirinya tahun 2016 desa hanya
memberikan modal berupa barang yang dapat dikelola untuk pengembangan
BUMDes. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja Faktor
penghambat dalam melakukan perkembangan BUMDes Layar Bertuah. Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan teori Faktor-Faktor Penghambat Perkembangan
BUMDes yang dikemukakan oleh Sutoro Eko (Mayu, 2016). Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan informan sebanyak 8
orang serta menggunakan teknik dan alat pengumpulan data berupa observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa dalam penelitian ini
BUMDes Layar Bertuah mengalami beberapa faktor penghambat yaitu
Kepemimpinan, Skala dan Jangkauan Usaha, Emansipasi Lokal, Kerjasama, dan
Tradisi Berdesa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah a. Terbatasnya pengetahuan
pengurus dalam memahami makna kepemimpinan, manajerial dan tata kelola Badan
Usaha Milik Desa disertai kurangnya pengalaman seorang direktur dalam
berwirausaha utuk mengelola sebuah lembaga bisnis yang ada di Desa Kelong;
b. Skala dan Jangkauan Usaha yang dilakukan BUMDes Layar Bertuah tidak mampu
berkembang; c. Tidak terjalinnya hubungan kerjasama dengan anggota pengurus
BUMDes; d. Badan Usaha Milik Desa Kelong tidak lahir dari semangat emansipasi
lokal; e. Tidak adanya tradisi berdesa yang kuat dikarenakan kurangnya solidaritas,
kerjasama dan gotong royong antar masyarakat Desa