Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Hazlinda, Hazlinda
Isnaini Leo, Shanty
Indah, Pujiastuti
Subject
418.02 Translating and Interpreting/Penerjemahan dan Penafsiran Bahasa
Datestamp
2021-12-28 03:16:04
Abstract :
Tujuan dari penelitian ini (1) Mendeskripsikan tradisi masyarakat
Banyuwangi dalam novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru; dan
(2) Mendeskripsikan nilai kearifan lokal masyarakat Banyuwangi dalam novel
Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan
teknik dokumentasi. Objek penelitian ini lebih menekankan tradisi dan kearifan
lokal masyarakat Banyuwangi dalam novel Perempuan Bersampur Merah karya
Intan Andaru. Dari hasil penelitian ditemukan tradisi yang terdapat di dalam novel
Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru, yaitu: (1) Daur hidup yang
terdiri dari kelahiran, perkawinan dan kematian; (2) Daur waktu yang terdiri dari
perayaan hari besar berupa Maulud nabi dan hari Istigosah; (3) Adat pergaulan
terdiri dari kunjung mengunjungi, dan prinsip kerukunan; dan (4) Kesenian yang
terdiri dari berupa tarian (Sedyawati). Adapun nilai-nilai tersebut ditemukan
berdasarkan dua hal, yakni (1) Kemakmuran atau kesejahteraan; dan (2)
Kedamaian atau kebaikan. Nilai-nilai kearifan lokal yang ditemukan dalam
kemakmuran berupa nilai kerja keras, disiplin, pendidikan, kesehatan, gotongroyong, pengelolaan gender, pelestarian dan kreativitas budaya, dan peduli
lingkungan. Sementara nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal untuk
kedamaian, yaitu kesetiakawanan sosial, kerukunan dan penyelesaian konflik dan
rasa syukur (Sibrani). Berdasarkan pendekatan Antropologi Sastra. Di dalam
penelitian ini juga ditemukan nilai-nilai kearifan lokal dalam novel Perempuan
Bersampur Merah.
Keseluruhan nilai tersebut ditemukan dari alur cerita yang diceritakan di
dalam novel Perempuan Bersampur Merah yang mencerminkan kehidupan
sehari-hari di dalam novel tersebut. Sementara nilai-nilai kearifan lokal yang
ditemukan dalam kedamaian berupa kesetiakawanan sosial, kerukunan dan
penyelesaian konflik dan rasa syukur. Hal tersebut tercerminkan dari penokohan
tokoh utama dan tokoh utama pembantu.