DETAIL DOCUMENT
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN) DALAM PENGENDALIAN ANGKA PERKAWINAN USIA DINI DI PROVINSI KEPULUAN RIAU ( STUDI KASUS KOTA TANJUNGPINANG )
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Melisa Theovani, Damanik
Nur, Aslamaturrahmah Dwi Putri
Novi, Winarti
Subject
363.96 Birth Control, Family Planning/Pengaturan Kelahiran, Pembatasan Kelahiran, Keluarga Berencana, KB 
Datestamp
2021-12-28 03:54:56 
Abstract :
Tingginya pernikahan dini menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pernikahan dini merupakan sebuah pernikahan yang belum mencapai pada usia yang di tentukan oleh undang-undang maupun norma yang berlaku dalam masyarakat. Terdapat berbagai faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan dini yang dilakukan, dan menjadi sebuah permasalahan besar ketika tidak ada pencarian penyelesaian masalah yang didasari dengan data yang akurat dan terpercaya sehingga tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Dalam Pengendalian Angka Perkawinan Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menelaah seluruh data yang telah dikumpulakan yang didukung oleh hasil wawancara dengan pendekatan teori Implementasu kebijakan menurut Geogre Erward III yang mengemukakan untuk mengetahui hambatan implemntasi dipengaruhi oleh komunikasi, sumbar daya, disposisi dan struktur birokrasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi kebijakan Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam pengendalian angka perkawinan usia dini belum berhasil diimplementasikan secara maksimal dimana hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya angka pernikahan dini di tanjungpinang. Komunikasi pada aspek sosialisasi berhasil dilakukan dengan baik namun pada aspek instensitas komunikasi belum dilakukan dengan maksimal. Sumber daya meliputi sumber daya manusia (SDM) implementor jumlahnya tidak proposional dengan cakupan luas wilayah sasaran program, sedangkan sumber daya finansial juga belum mendukung dalam membuat program. Disposisi yang dimiliki pegawai BKKBN cukup baik serta oprasional prosedur yang digunakan oleh para implementor sangat mudah di pahami 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji