Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ISNAINI, NURWISTI
WAHYU, MUZAMMIL
SUSIANA, SUSIANA
Subject
639.5 Culture of Crustacean/Peternakan Kepiting, Udang, Lobster
Datestamp
2022-04-11 02:57:02
Abstract :
Aspek biologi reproduksi kepiting merupakan salah satu kajian yang belum
banyak diteliti, dan belum adanya informasi mengenai kepiting merah (Thalamita
spinimana). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nisbah kelamin, tingkat
kematangan gonad, indeks kematangan gonad, diameter telur, fekunditas,
hubungan lebar karapas dengan berat, dan faktor kondisi kepiting merah di
Perairan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan dari
bulan September sampai Oktober 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode survei yaitu dengan observasi atau pengamatan secara langsung
untuk pengumpulan data penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara
sensus yaitu sampel kepiting merah didapatkan langsung dari hasil tangkapan
nelayan. Alat tangkap yang digunakan yaitu bubu lipat. Pengambilan sampel
kepiting merah diakukan selama 2 (dua) minggu sekali selama 2 bulan. Jumlah
kepiting merah yang tertangkap oleh nelayan selama penelitian ini sebanyak 226
ekor (104 ekor betina dan 104 ekor jantan). Analisis nisbah kelamin diperoleh
pada kepiting merah betina sebesar 46% dan kepiting merah jantan 54%, telah
dilakukan perhitungan uji Chi-square dengan hasil komposisi kepiting betina dan
jantan seimbang. Pengamatan tingkat kematangan gonad (TKG) selama penelitian
yang banyak tertangkap yaitu TKG II dan TKG III. TKG tersebut dapat
menjelaskan bahwa kepiting yangtertangkap selama penelitian tergolong masih
muda dan belum matang gonad. Nilai indeks kematangan gonad (IKG) yang
diperoleh selama penelitian ini berkisar antara 0,6677-0,8017 untuk kepiting
merah betina, sedangkan untuk kepiting merah jantan memiliki nilai indeks
kematangan gonad berkisar antara 0,4439-0,5796. Diameter telur yang diukur
pada sampling pertama dengan rata-rata 272,374 µm, pada sampling kedua dan
ketiga data yang dihasilkan tidak ada dan sampling terakhir yaitu memiliki
diameter sebesar 267,593 µm. Fekunditas tertinggi terdapat pada sampel I dan
diikuti oleh sampel IV fekunditas tertinggi yang terjadi pada sampling I pada
kepiting merah (T.spinimana) dengan jumlah fekunditas yaitu 450.910 butir. Pada
Sampling II dan sampling ke III tidak terdapat T.spinimana betina yang sedang
membawa telur yang terbuahi dan melekat pada pleopod sehingga data yang
dihasilkan tidak ada. Pada sampel ke IV kepiting merah (T.spinimana) dijumpai
telur yang berwarna oranye yang merupakan tahap awal perkembangan embrio
dengan jumlah fekunditas kisaran 150.220-184.500 butir dikuti dengan warna
cokelat tahap tengah kisaran fekunditas 277.440-404.800 butir. Pola pertumbuhan
kepiting betina yaitu allometrik negatif (b<3) dan betina yaitu allometrik negatif
(b<3). Faktor didapatkan selama penelitian ini kepiting merah betina dan jantan
ini mempunyai tubuh yang pipih atau tidak gemuk