DETAIL DOCUMENT
PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DAN RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum sp.) SEBAGAI PUPUK CAIR YANG DIAPLIKASIKAN PADA TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ARDIMANSYAH, ARDIMANSYAH
JUMSURIZAL, JUMSURIZAL
AIDIL FADLI, ILHAMDY
Subject
580. Ilmu Tumbuhan, Ilmu Tanaman, Botany 
Datestamp
2022-04-12 02:45:44 
Abstract :
Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) memiliki nilai jual yang tinggi, dimana masyarakat banyak mengkonsumsi ikan tersebut, karena murah dan mudah ditemukan, nelayan juga sering mendapatkan hasil tangkap ikan berupa ikan Tongkol. Sebagian besar tubuh Ikan Tongkol tiga perempatnya merupakan limbah yang berasal dari dalam tubuh ikan maupun luar ikan seperti sirip, ekor, sisik, kulit, dan kepala berada di luar tubuh ikan sedangkan jeroan, tulang berada di dalam tubuh ikan. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan besar dalam perindustrian pengolahan ikan dalam jumlah besar. Pencemaran lingkungan berupa daratan, udara, dan laut dapat menjadi permasalahan yang besar dari tingginya limbah ikan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara penanggulangan hal tersebut, menjadikan limbah ikan menjadi pemanfaatan yang memiliki nilai tambah hasil perikanan. Salah satu contoh yang dapat kita terapkan adalah dengan pembuatan pupuk organik cair dengan bahan utamanya ialah limbah jeroan ikan Tongkol. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik dari pupuk cair jeroan ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dan mengetahui kandungan Nitrogen, fosfor, kalium yang terdapat pada pupuk cair tersebut. Kemudian diaplikasikan pada tanaman untuk mengetahui pengaruh pupuk cair terhadap pertumbuhan selada. Metode ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 4 perlakuan yaitu F0, F1, F2, F3 dan terdiri dari 4 ulangan yaitu selama sebulan. Dengan parameter suhu berkisar 25oC, pH berkisar 5-6,10. Hasil pengujian formulasi pada tanaman selada terbaik adalah perlakuan F2 pada panjang daun (9,025), tinggi daun (12,3), dan lebar daun tanaman selada dengan nilai rata-rata (5.875). Hasil analisis NPK (Nitrogen, Posfor dan Kalsium) berdasarkan perlakuan terbaik didapatkan nilai rata-rata kadar Nitrogen (0,98 %) fospor (714,67 mg/kg) kalium(460,60 mg/100g) 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji