Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
ASTUTI, NOVITASARI
Imam, Yudhi Prastya
Edison, Edison
Subject
303.33. Kontrol Sosial
Datestamp
2021-07-15 06:41:44
Abstract :
Desa Malang Rapat merupakan wilayah yang unggul di sektor perikanan.
Tetapi, melihat pelanggaran sering terjadi pada kawasan pesisir pantai Desa
Malang Rapat seperti pembangunan resor, eksploitasi sumber daya alam dan
dugong, kawasan pencemaran sludge oil, dan kawasan dengan kondisi lamun
sedang terancam. Akibatnya, mengganggu para wisatawan yang berkunjung ke
Desa Malang Rapat dan meningkatnya jumlah pengangguran karena hilangnya
sumber penghasilan serta dapat merusak ekosistem laut dan keindahan laut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sustainable development dalam
pengelolaan kawasan konservasi padang lamun di Desa Malang Rapat Kecamatan
Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ialah teori pembangunan
berkelanjutan (sustainable development). Hasil penelitian yang didapat bahwa
dampak yang didapatkan oleh masyarakat dari konservasi padang lamun berupa
keberlanjutan secara ekonomi, ekologi dan sosial. Dimensi ekonomi dikatakan
keberlanjutan dan memiliki dampak positif yaitu terpeliharanya pendapatan
masyarakat dari perkembangan konservasi padang lamun. Dimensi sosial
dikatakan berkelanjutan namun belum maksimal yaitu terjadi perubahan pola pikir
masyarakat terhadap eksistensi lamun karena kurangnya sumber daya pengelola
terhadap pengawasan di lapangan secara sukarela. Dimensi lingkungan dikatakan
berkelanjutan dan memiliki dampak positif yaitu terpeliharanya ekosistem lamun
sebagai tempat perkembangbiakkan biota laut dan penyeimbang ekosisitem
pesisir. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan, bahwa sustainable
development merupakan satu kesatuan yang tumpang tindih dalam pengelolaan
kawasan konservasi padang lamun di Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung
Kijang Kabupaten Bintan maka dikatakan sudah berkelanjutan.
Keyword: Analisis, Sustainable Development, Konservasi Padang Lamun