Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Yesy, Marantika
Marisa, Elsera
Emmy, Solina
Subject
362.293 Narcotics Problems/Permasalahan Narkotik, Narkoba, Narkotika dan Obat-obat Terlarang
Datestamp
2022-05-10 03:25:26
Abstract :
Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu dari extraordinarycrime yang saat ini terus
berkembang dan sangat sulit untuk diberantas keberadaannya. Permasalahan narkoba dapat
menyerang dari kalangan ekonomi bawah, menengah hingga kelas atas, dan tidak pernah mengenal
umur sehingga hal ini perlu terus untuk diwaspadai dan diberantas bersama. Dalam aspek ilmu
sosiologi, penggunaan narkoba dapat melanggar norma dan nilai yang berlaku didalam masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penyebab dari penyalahgunaan narkoba
pada masyarakat di Kabupaten Bintan dapat terjadi. Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan
masalah mengenai bagaimana penyalahgunaan narkoba pada masyarakat di Kabupaten Bintan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang
digunakan adalah wawancara,observasi serta dokumentasi. Kerangka teori yang digunakan adalah
teori anomie oleh Robert K. Merton dan teori diferensiasi assosiatif oleh Edwin H. Sutherland. Teknik
pengambilan informan yang peneliti gunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah
lima orang yang terdiri dari satu orang penyidik Lapas Narkotika Kelas II A Kota Tanjungpinang,
satu orang Ketua Institusi Penerima Wajib Lapor Yayasan Karsa, satu orang sebagai pengedar dan
pengguna narkoba,satu orang pengedar narkoba dan satu orang sebagai pengguna narkoba. Metode
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menemukan penyalahgunaan narkoba yang terjadi di Kabupaten
Bintan dikarenakan adanya peluang dan rasa ingin tahu dari dalam internal individu, pengaruh
lingkungan pertemanan, kurangnya kontrol sosial didaerah pesisir sehingga sering terjadi
penyeludupan narkoba melalui pelabuhan tikus di Kabupaten Bintan, narkoba sebagai dopping
karena adanya tuntutan didunia pekerjaan, serta adanya keuntungan pada aspek ekonomi secara
materi sehingga timbul perilaku menyimpang yang melanggar norma pada masyarakat.