Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Uita Anggun Theresia, Sinaga
Oksep, Adhayanto
Irwandi, Syahputra
Subject
006.754. Situs Jejaring Sosial, Sosial Media
Datestamp
2022-05-13 03:47:10
Abstract :
Obat cytotec adalah obat yang mengandung misoprostol sebagai bahan aktifnya.
Cytotec tersedia dalam bentuk tablet 100 mcg dan 200 mcg. Obat cytotec bekerja
dengan cara mengurangi kadar asam lambung sehingga mencegah terjadinya luka pada
mukosa lambung (tukak lambung), dan obat cytotec tergolong dalam golongan obat
keras. Sehingga pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Cytotec memiliki efek
samping yang berbahaya apabila digunakan tidak sesuai dengan resep dokter, sehingga
dari efek samping dari obat ini yang digunakan oleh para penjual yaitu menjual obat
ini sebagai obat aborsi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana ketentuan penggunaan dan peredaran obat cytotec secara online
berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan dan bagaimana
penegakan hukum pidana terhadap penjual obat cytotec secara online berdasarkan
Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan. Metode penelitian ini
menggunakan metode penelitian empiris dengan menggunakan analisis data yang
berbentuk kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pada dasarnya penjualan obat
cytotec secara online ini termasuk ilegal sesuai dengan ketentuan peredaran yang telah
dibuat oleh BPOM dan juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
Tentang Kesehatan. Kemajuan teknologi yang sangat tinggi yang membuat siapa saja
bisa membeli obat tersebut secara online hal ini lah yang menjadi salah satu hambatan
upaya penegakan hukum. Sehingga harus dilakukannya upaya penegakan hukum agar
tidak bertambahnya penjualan obat cytotec secara online.