Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
DWI, ANGGINI
Adji, Suradji Muhammad
Fitri, Kurnianingsih
Subject
303.33. Kontrol Sosial
Datestamp
2021-07-15 06:55:08
Abstract :
Collaborative governance merupakan salah satu konsep dalam kebijakan
publik yang berkembang dalam beberapa dekade terakhir, ada nilai dasar tersendiri
yang melekat pada collaborative governance yaitu orientasi konsensus,
kepemimpinan kolektif, komunikasi multiarah dan berbagi sumber daya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui apakah 5 tahap dalam teori Ansell dan Gash 2007
dalam Subarsono 2016:175) dapat terpenuhi atau gagal, selain itu penelitian ini
bertujuan mengetahui apa saja faktor penghamat dan faktor pendukung dalam
proses collaborative governance di konservasi lagoi indah,Penelitian ini
menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode
pengumpulan data berupa wawancara yang dilaksanakan kepada informan yang
berkepentingan dalam penerapan proses Collaborative governance.Analisis data
yang diperoleh dilaksanakan melalui pengumpulan data, verifikasi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah
adanya beberapa tahap yang mampu terpenuhi seperti (1). Share understanding,
(2). Intermediate outcome, kemudian ada 3 tahap yang gagal terpenuhi oleh proses
collaborative governance di konservasi lagoi indah yaitu (1). Face to face, (2).
Trust building, (3). Comitment to process. Dalam tahap yang belum dapat tercapai
seperti face to face, trust building dan comitment to process diharapkan para aktor
mampu memperbaiki dan memenuhi 3 tahap tersebut, sedangkan untuk 2 tahap
yang telah mampu dicapai seperti share understanding danintermediate outcome
diharapkan para aktor mampu mempertahankan dan lebih bertanggung jawab
dengan proses collaborative governance.
Kata Kunci : Collaborative Governance, stakeholder,konservasi penyu.