Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Ardian, Hasril
Adji, Suradji Muhammad
Okparizan, Okparizan
Subject
354.5 Administration of Agriculture/Departemen Pertanian (Deptan)
Datestamp
2022-05-17 01:29:44
Abstract :
Kebijakan cetak sawah ini bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Lingga sebagai lumbung
padi diwilayah perbatasan dan memenuhi kebutuhan masyrakat Kabupaten Lingga. Dalam
pelaksanaan masih terdapat faktor penghambat saluran irigasi yang masih belum tersedia
menyeluruh, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA). Maka perlu
pertimbangan lagi terhadap cetak sawah kedepannya. Tujuan dari penelitian ini mengevaluasi
kebijakan cetak sawah dan mengetahui faktor penghambat cetak sawah di Kabupaten
Lingga.Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan metode
purposive sampling. Dalam mengevaluasi program cetak sawah peneliti menggunakan teori
Willian N Dunn yang memiliki 6 indkator yang terdiri dari Efektivitas, Efesiensi, Kecukupan,
Keadilan, Responsivitas, dan Ketepatan. Hasil penelitian dinilai dari dari indikator efektivitas
belum efektif karena hasil yang didapatkan belum mencukupi kebutuhan masyarakat lokal
dan ditemukan terdapat sawah yang belum tersedia irigasi. Sedangkan dari efesiensi sudah
mencukupi seperti alat dalam pelaksanaan cetak sawah sangat memadai untuk pelaksanaan.
Kemudian kecukupan jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat
lokal karena hasil yang didapatkan hanya mencukupi kebutuhan petani. Diliihat dari keadilan
belum merata karena yang terlibat tidak semua daerah dan tidak semua daerah memiliki lahan
dan calon petaninya. Dari responsivitas motivasi dan respon masyrakat melemah karena hasil
yang didapat tidak maksimal. Dari ketepatan program ini belum tepat sasaran dan perlu
dilakukan menyelidiki kembali. Kesimpulan dalam menjalankan program cetak sawah di
Kabupaten Lingga belum berjalan optimal karena hasil yang didapatkan belum mencukupi
kebutuhan beras masyrakat lokal dan terkendala saluran irigasi yang tidak dimiliki beberapa
sawah dan kontinuitas dari pemerintah pusat serta keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA)
dan Sumber Daya Manusia (SDM)