Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Iman, Wiranjaya
Edy, Akhyary
Adji, Suradji Muhammad
Subject
334.0598 Cooperative of Indonesia/Koperasi Indonesia
Datestamp
2022-05-17 03:06:51
Abstract :
Simpan Pinjam Perempuan merupakan salah satu Program Pemberdayaan
dibidang ekonomi bagi perempuan didaerah perdesaan. Program ini
dinisiasikan oleh PNPM sejak tahun 2007 sampai 2014 bertujuan
mengembangkan potensi simpan pinjam perdesaan, kemudahan akses
pendanaan usaha skala mikro, pemenuhan kebutuhan pendanaan social.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program spp
di Desa Air Nusa Kecamatan Serasan Timur. Penelitian deskriptif kualitatif
dengan indikator 1) Standar dan sasaran kebijakan, hasil penelitian ini
pelaksanaan program simpan pinjam perempuan sudah terimplementasi. 2)
Karakteristik Agen Pelaksana, hasil penelitian ini UPK sebagai peneglola
tidak memberikan sanksi khusus kepada setiap kelompok yang menunggak.
3) Sumber daya, hasil penelitian ini jumlah anggaran yang disiapkan sudah
tercukupi namun untuk sumber daya manusia (SDM) di Unit Pengelola
Kegiatan (UPK) masih kurang, 4) Komunikasi antar organisasi, hasil
penelitian ini komunikasi tidak berjalan baik karena kurangnya interaksi
lansung antar UPK, Fasilitator Kecamatan (FK) dan kelompok penerima
manfaat. 5) Sikap Kecendrungan (Disposisi), hasil penelitian ini penerima
manfaat program SPP belum mempunyai kesadaran untuk menggunakan
dana tersebut secara bijak. 6) Kondisi sosial, politik, dan ekonomi, hasil
penelitian ini latar belakang ekonomi dan pendidikan penerima manfaat
program SPP membuat mereka hanya fokus untuk memenuhi kebuthan
konsumsi dan dana tersebut hanya bantuan bukan stimulant yang harus
dikembangkan. Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa program
simpan pinjam kelompok perempuan sudah terimplementasi namun
demikian masih terjadi penyalahgunaan dana pinjaman yang
mengakibatkan tunggakan pembayaran iuran pinjaman. Hal ini disebabkan
oleh kurangnya koordinasi antara unit pengelola program simpan pinjam
kelompok perempuan dengan fasilitator kecamatan selaku pelaksana
program serta kurangnya kesadaran penerima manfaat untuk menggunakan
dana stimulant secara bijak.