Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Novita, Surya Dewi
Ramadhani, Setiawan
Edison, Edison
Subject
363.5 Housing/Masalah Perumahan
Datestamp
2022-05-17 07:22:40
Abstract :
Permukiman liar menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi Kota Batam
dalam mewujudkan visi ?Terwujudnya Kota Batam Sebagai Bandar Dunia Madani
yang Modern dan Menjadi Andalan Pusat Pertumbuhan Perekonomian Nasional.?
Sehingga pemerintah Kota Batam membuat program penertiban permukiman liar
tersebut agar mengentaskan kawasan liar di perkotaan, meningkatkan kualitas
perumahan permukiman, mengefisienkan pemanfaatan tanah dengan menciptakan
lebih banyak RTH (faktor ekologis dalam meningkatkan keserasian kawasan), dan
mempercepat upaya penyediaan rumah layak dan terjangkau. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui implementasi program pemerintah Kota Batam tentang
penertiban permukiman liar di Kota Batam, dan untuk mengetahui faktor pendorong
seseorang untuk memilih bertempat tinggal di lokasi permukiman liar di Kota Batam.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara, dan
dokumentasi. Untuk menentukan informan menggunakan teknik pengambilan
purposive sampling. Sumber data meliputi data primer dan sekunder.Teknik analisis
data menggunakan analisis deskriptif yaitu suatu analisa yang mendeskripsikan realita
yang ada di lapangan, program kota batam tentang penertiban permukiman liar yaitu
program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan salah satu
pelaksanaannya yaitu kegiatan penertiban rumah liar dan kios liar di lahan milik
pemerintah yang diukur dengan enam indikator yaitu standar dan sasaran kebijakan
sudah efektif dalam pelaksanaannya, sumber daya sudah berjalan sesuai prosedur,
hubungan antar organisasi yaitu keberhasilan dalam hubungan antar organisasi,
karakteristik agen pelaksana Keberhasilan dapat dilihat dari struktur birokrasi pada
pengawasan atas pelaksanaan yang sudah dilakukan secara rutin, disposisi
implementor atau sikap pelaksana berhasil karena para pelaksana menyadari kebijakan
standar dan tujuan kebijakan dan kondisi sosial, politik dan ekonomi bahwa tidak
adanya ganti rugi penertiban permukiman liar. Dari kesimpulan penelitian di lapangan,
yang diukur melalui enam indikator dapat dikatakan berhasil. Namun pada indikator
kondisi sosial, politik, dan ekonomi tidak terlaksana dengan maksimal akibat tidak
adanya bantuan berupa materi dan non materi bagi masyarakat yang bertempat tinggal
di permukiman liar tersebut, hanya diberikan kesempatan bagi masyarakat yang terpilih
dan memang benar tidak mampu disediakan tempat untuk menyewa rusunawa dengan
gratis selama 6 (enam) bulan serta tidak membayar air listrik.