Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Rara, Pharamaeswari
Agus, Hendrayady
Fitri, Kurnianingsih
Subject
332.041 Capital/Modal, Permodalan
Datestamp
2022-05-17 07:56:28
Abstract :
Dalam upaya reformasi perizinan dan pembenahan pelayanan perizinan berusaha
yang mengarah pada E-Goverment, pemerintah Indonesia mengeluarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan
Berusaha Secara Elektronik Online Single Submission (OSS). Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Tanjungpinang
merupakan instansi dinas yang khusus bertugas memberikan pelayanan mengenai
perizinan. Pada Oktober 2018, DPM-PTSP Kota Tanjungpinang mulai
mempergunakan sistem OSS untuk setiap permohonan perizinan berusaha. Tujuan
dari penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Online Single Submission
(OSS) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori implementasi kebijakan Edward III. Jenis Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik
pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) Komunikasi belum maksimal, karena sosialisasi yang
diberikan kepada pelaku usaha masih kurang sehingga masih kurangnya
kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam proses pengajuan izin. (2)
Sumber daya kurang memadai, khususnya di DPM-PTSP masih kekurangan
pegawai dengan kualisifikasi dibidang IT dan prasarana pendukung seperti
gedung kantor yang kecil. (3) Disposisi atau sikap para pelaksana sudah
menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi. (4) Struktur birokrasi sudah optimal,
dalam memberikan pelayanan kepada pelaku usaha pegawai DPM-PTSP sudah
bertindak sesuai SOP yang sudah ditentukan oleh pusat yaitu berpedoman pada
Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha
secara elektronik. Kesimpulan bahwa implementasi pelayanan perizinan berusaha
melalui sistem OSS di DPM-PTSP Kota Tanjungpinang sudah berjalan tetapi
belum optimal karena masih terdapat beberapa kendala yang ditemukan pada
variabel komunikasi yaitu masih kurang pemahaman masyarakat tentang OSS
serta sumberdaya yang kurang memadai.