Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Sherly Try, Desmayanti
Adji, Suradji Muhammad
Ramadhani, Setiawan
Subject
332 Financial Economics, Finance/Ekonomi Keuangan dan Finansial, Ekonomi Biaya dan Pembiayaan
Datestamp
2022-05-18 01:57:42
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengadaan barang
dan jasa pemerintah melalui layanan pengadaan secara elektronik di Provinsi
Kepulauan Riau. Pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah merupakan kegiatan
rutin yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dalam menjalankan
roda pemerintah. Berdasarkan peraturan lembaga LKPP no 14 tahun 2018 tentang
pengadaan secara elektroni maka terbentuklah Layanan Pengadaan Secara
Elektronik yang menggunakan Sistem 4.4. Pengadaan barang dan jasa secara
elektronik bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,
meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat
efisiensi proses pengadaan, mendukung monitoring dan audit dan memenuhi
kebutuhan akses informasi yang realtime. metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi
Checklist, wawancara dan Dokumentasi. penelitian ini menunjukan bahwa
implementasi atau pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui layanan
pengadaan secara elektronik di provinsi kepulauan riau sudah bekerja secara
cukup. Hasil penelitian ini berdasarkan teori George C Edward III, Proses
Komunikasi telah berjalan dengan semestinya.tanpa adanya masalah yang berarti
karena semua persyaratan lelang dapat diakses melalui website yang telah
disediakan, kemudia dari segi sumber daya manusia nya sudah sesuai dengan
struktur yang dibuat namun masih perlu diadakan nya pelatihan teknis, dari segi
disposisi sudah sesuai dengan peraturan presiden no12 tahun 2021 dan
berdasarkan struktur birokrasi nya Pengadaan barang dan jasa pemerintah di
Provinsi Kepulauan Riau sudah Berkerja sesuai dengan Standar operasional
prosedur (SOP). Kesimpulan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara
elektronik sudah berjalan dengan semestinya. ketersediaan fasilitas-fasilitas
penunjang lainnya yang didukung oleh perangkat computer sudah cukup
memadai, hanya saja yang masih menjadi kendala saat ini adalah jaringan internet
yang belum memiliki domain nya sendiri sehingga saat terjadi gangguan harus
menunggu konfrimasi dari LKPP pusat dan kapasitas internet yang diberikan pun
masih sangat terbatas sehingga sering terjadi kegagalan dalam pembukaan
penawaran.