Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
YULIKA, DIAN
Subiyakto, Rudi
Setiawan, Ramadhani
Subject
350 Public Administration/Administrasi Negara
Datestamp
2022-07-22 08:59:11
Abstract :
Posyandu remaja berlatar belakang karena adanya remaja yang terinfeksi Gonore yang merupakan penyakit IMS di wilayah kerja Puskesmas Batu 10 yaitu remaja dari Perumahan Bukit Raya. Serta rendahnya kunjungan pasien usia remaja pada Pelayanan PKPR di Puskesmas Batu 10 pada tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas dari adanya Posyandu Remaja di Kota Tanjungpinang. Metode yang digunakan deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posyandu Remaja dilaksanakan sudah berjalan dengan efektif sehingga Posyandu Remaja dapat dikatakan efektivitas sesuai dengan konsep teori Edy Sutrisno (2007) yang menjelaskan bahwa efektivitas terdapat lima indikator yaitu pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Mengenai pemahaman program yakni Remaja banyak mendapatkan informasi dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi pada remaja sehingga remaja dapat mengetahui bahaya jika remaja terkena penyakit menular seks dan posyandu remaja sebagai perpanjangan tangan dari pelayanan PKPR sehingga remaja dapat berkonsultasi terhadap permasalahan remaja yang kompleks di usia remaja. Yang menjadi sasaran posyandu remaja yaitu remaja berusia 10-18 tahun, sepanjang siklus kehidupan (Continuum of care-the life cycle) dimulai dari prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, bayi, balita, anak prasekolah, anak sekolah, remaja, dewasa hingga lansia. Adanya ketepatan waktu yang terjadwal setiap bulannya untuk penyelenggaraan Posyandu Remaja. Tercapainya tujuan posyandu remaja dalam membekali para remaja supaya memiliki pengetahuan yang cukup tentang proses reproduksi yang menjadi tanggung jawabnya dan menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi para remaja dalam hal jenjang pendidikan yang terencana, berkarir dalam pekerjaan yang terencana, menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi. Perubahan nyata dengan adanya posyandu waktu luang remaja diluar jam sekolah bisa diisi dengan kegiatan positif seperti pemberian edukasi dan kegiatan kreativitas pengembangan bakat pada remaja, sehingga data remaja yang terdata terkena penyakit menular seks diwilayah kerja Puskesmas Batu 10 mengalami penurunan yang signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa posyandu remaja yang telah dilakukan sudah berjalan dengan efektif namun fasilitas sarana dan prasarana belum tercukupi secara maksimal sesuai dengan standar.