Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
KARTIKA, FRIZKA DWI
Akbar, Dhani
Gunawan, Desri
Subject
120-129. Epistemologi, Hukum Sebab Akibat, Kemanusiaan
Datestamp
2022-07-25 09:37:16
Abstract :
Berbagai permasalahan hadir terkait dengan pengungsi di Indonesia, seperti aksi demonstrasi, penolakan dari masyarakat lokal, kepemilikan kendaraan bermotor yang ilegal, dan lain sebagainya. Indonesia bukan merupakan negara yang meratifikasi Konvensi 1951 tentang Pengungsi, namun Indonesia sebagai negara transit membuka pintu untuk pengungsi. Hal ini karena rasa kemanusiaan Indonesia dan karena adanya prinsip non-refoulement sebagai peremptory norm yang mengikat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama UNHCR dan NGOs serta tantangan dalam menangani pengungsi di Indonesia berdasarkan prinsip non-refoulement. Berdasarkan teori organisasi internasional yang digunakan dalam penelitian ini, penanganan pengungsi di Indonesia melibatkan UNHCR sebagai organisasi internasional yang memiliki mandat untuk isu pengungsi. Dengan menggunakan konsep kerjasama internasional, penulis melihat perlunya UNHCR untuk bekerjasama dengan NGOs dalam menangani pengungsi di Indonesia dengan harapan adanya perubahan positif terhadap isu pengungsi ini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, hasil dari penelitian ini adalah pentingnya kerjasama antara UNHCR dan NGOs dalam menangani pengungsi. Beberapa NGOs di Indonesia yang turut menangani penngungsi, yaitu SUAKA dan Dompet Dhuafa juga bekerjasama dengan UNHCR, seperti melakukan pemberdayaan, public awareness, dan lain sebagainya. Namun, masih terdapat beberapa tantangan, seperti kurangnya solusi bagi pengungsi, persepsi negatif, regulasi yang tidak memberikan pengungsi ruang untuk mengakses hak-hak dasar, dan kurangnya edukasi dan literasi masyarakat Indonesia terhadap isu pengungsi.