Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
APRIANO, RENO
Nugraha, Sapta
Prayetno, Eko
Subject
620.006 Management of Engineering/Manajemen Teknik
Datestamp
2022-08-03 07:09:22
Abstract :
Garam merupakan kebutuhan pokok yang sehari-hari dikonsumsi oleh
masyarakat indonesia. Proses produksi garam di Indonesia kebanyakan dilakukan
secara tradisional dengan memanfaatkan air laut dan panas matahari. Pembuatan
garam secara tradisional ini dilakukan di tambak garam dengan menggunakan air laut
kemudian dialirkan ke tambak garam. Dengan memanfaatkan panas sinar matahari
maka proses evaporasi akan berlangsung dan terjadi selama beberapa hari, kemudian
kristal-kristal garam akan terbentuk. Tambak garam ini hanya produktif pada waktu
musim kemarau dan pada saat musim penghujan tiba tambak tidak berproduksi.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti berinovasi untuk mengembangkan model
pengolahan air laut menjadi garam dengan sistem tertutup, namun tetap
memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energinya. Rancang bangun
pengolahan air laut menjadi garam menggunakan parabolic trough dirancang dengan
cara mendesain solar concentrator parabolic trough dan bak penampung air laut
menjadi garam. Kemudian dipasangkan sensor DS18B20 sebagai sensor yang akan
mengukur suhu air yang mengalir dan air dalam wadah. Serta sensor DHT22 untuk
mengkur suhu dalam dan luar bak penampung garam. hasil dari perancangan ini
mampu menghasilkan garam sebanyak 5 gram dari total 5 liter air laut yang
digunakan, dengan menyisakan 3 liter air laut yang diuji selama 3 hari dengan ratarata panas suhu air di dalam bak yaitu 39,27°C, suhu air mengalir dari pipa tembaga
yaitu 40,33°C suhu lingkungan yaitu 33,99°C, dan suhu di dalam bak yaitu 35,08°C.