Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
JUNIAR, ANDREANI KHORI
Zahra, Aminatul
Shavika, Miranti
Subject
639.31 Fish Culture in Fresh Water/Peternakan Ikan Air Tawar, Budidaya Ikan Air Tawar
Datestamp
2022-08-08 02:38:18
Abstract :
Pakan dalam kegiatan budidaya berperan besar terhadap pertumbuhan ikan.
Kendala yang ditemukan pada budidaya ikan kakap putih (Lates calcarifer) yaitu,
sifat ikan kakap putih yang pasif. Temulawak merupakan salah satu bahan alami
dengan kandungan kurkumin yang dapat merangsang nafsu makan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemberian tepung temulawak pada
pakan terhadap pertumbuhan ikan kakap putih. Penelitian ini menggunakan RAL
(Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan yaitu perlakuan A (tanpa
penambahan temulawak), perlakuan B (penambahan temulawak 12 g/kg pakan),
perlakuan C (penambahan temulawak 14 g/kg pakan) dan perlakuan D
(penambahan temulawak 16 g/kg pakan) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3
kali. Penelitian ini menggunakan 180 ekor benih ikan kakap putih, dengan ratarata
panjang tubuh 5.58±0.33 cm dengan rata-rata bobot tubuh 3.51±0.46 gram.
Pemeliharaan dilakukan menggunakan wadah kontainer dengan volume 40 L
dengan volume air 30 L dan diisi sebanyak 15 ekor/wadah. Pemberian pakan
dilakukan 3 hari sekali. Hasil penelitian, secara statistik menunjukkan bahwa
perlakuan A (tanpa penambahan temulawak) merupakan perlakuan terbaik dalam
pertumbuhan ikan kakap putih, dengan nilai bobot harian (0.08±0.00 g), bobot
mutlak (5.09±0.13 g), panjang harian (0.06±0.00 cm), panjang mutlak (4.00±0.21
cm), efisiensi pakan (49.24±0.21%), FCR (2.03±0.08) dan tingkat kelangsungan
hidup (95.56±7.7%). Perlakuan B (penambahan temulawak 12 g/kg pakan)
menghasilkan nilai tertinggi setiap parameter. Namun, perlakuan B tidak berbeda
nyata dengan perlakuan A (tanpa penambahan temulawak). Perlakuan C
(penambahan temulawak 14 g/kg pakan) dan perlakuan D (penambahan
temulawak 16 g/kg pakan) memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan
ikan kakap putih.
Kata kunci: Pertumbuhan, Lates calcarifer, Temulawak