DETAIL DOCUMENT
MAKNA SIMBOLIS UPACARA TRADISI TEPUK TEPUNG TAWAR PERNIKAHAN DESA PANGKIL KABUPATEN BINTAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
MUDA RIANA MILLENE, SARA
WAHYUSARI, AHADA
IRAWAN, DODY
Subject
801.2 Value, Influence, Effect of Literatures/Nilai-nilai dan Pengaruh Kesusastraan 
Datestamp
2022-09-13 02:08:32 
Abstract :
ABSTRAK Sara Muda Riana. 2022. ?Makna Simbolis Upacara Tradisi Tepuk Tepung Tawar Pernikahan Desa Pangkil Kabupaten Bintan?. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Pembimbing I: Assist. Prof. Ahada Wahyusari, M.Pd. Pembimbing II: Assist. Prof. Dr. Dody Irawan, M.Pd., M.Hum. Kata Kunci: Makna Simbolis, Upacara Tradisi Tepuk Tepung Tawar Pernikahan Desa Pangkil, Semiotika. Pada penelitian ini, peneliti mengkaji tentang makna simbolis dalam upacara tradisi tepuk tepung tawar pada Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan memakai teori Charles Sanders Pierce. Data dalam penelitian ini adalah berupa makna simbolis upacara tradisi tepuk tepung tawar pernikahan Desa Pangkil. Sumber data penelitian adalah masyarakat Pangkil yang mempunyai pengetahuan tentang upacara tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian ini, yaitu: 1) Beras kunyit melambangkan kesejahteraan, yang dimaksud kesejahteraan dalam berumah tangga. 2) Beras bersih melambangkan kebersihan, yang dimaksud adalah untuk membersihkan diri agar terhindar dari hal-hal buruk. 3) Daun pandan melambangkan keharuman, yang dimaksud merupakan keharmonisan dalam berumah tangga 4) Inai melambangkan ikatan pasangan pengantin. 5) Wadah tembaga Kekuasaan.Adapun Makna Simbolis yang terkandung dalam upacara tradisi tepuk tepuk tawar bermakna memohon doa restu dan doa keselamatan sehingga terhindar dari marabahaya. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji