Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
EDWIN, GHUTOW
RISANDI DWIRAMA, PUTRA
MARIO PUTRA, SUHANA
Subject
628 Environmental Protection Engineering/Teknik Perlindungan Lingkungan, Teknik Lingkungan
Datestamp
2021-07-25 07:40:28
Abstract :
Potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir timur dan utara Pulau Bintan dipengaruhi oleh ketinggian topografi yang beragam. Area yang dibutuhkan untuk membuat topografi seluas 100 meter dari daratan ke pesisir untuk melihat rentang ketinggian mulai dari 0 meter sampai 51 meter ke arah daratan dengan luas area 1310.65 ha. Daerah pesisir timur lebih dominan sebagai tempat tinggal, aktivitas masyarakat sedangkan daerah pesisir utara dikhususkan kepada objek pariwisata dan pembangunan. Kawasan yang berpotensi terkena banjir rob memiliki luasan area 507.57 ha dengan persentase 39% yaitu pada Desa Tanjung Berakit yang memiliki topografi lebih rendah dibandingkan daerah lain sedangkan yang tidak berpotensi terkena banjir rob seluas 803.08 ha memiliki persentase 61%. Faktor lain yang mempengaruhi banjir rob adalah pasang surut yang disebabkan naik turunnya muka air laut oleh gaya tarik menarik bulan dan matahari. Banjir rob dapat terjadi apabila ketinggian pasang surut lebih tinggi dari pada topografi. Hasil pasang surut yang diprediksi selama satu tahun dengan metode Least Squares untuk mendapatkan nilai muka laut rata-rata maksimum 1,71 meter dan minimum 1,67 meter serta nilai konstanta harmonik pasang surut maksimum 1,49 meter dan minimum -1,65 meter. Faktor lain yang di duga dapat berdampak pada fenomena banjir rob adalah curah hujan, arah dan kecepatan angin, gelombang dan batimetri namun faktor ini tidak berpengaruh dan sebagai data pendukung.