Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
HALAWA, YARNIWATI
Kusasi, Firmansyah
Jalal, Abdul
Subject
332.1 Banks/Bank, Perbankan
Datestamp
2023-01-27 08:36:48
Abstract :
Kebutuhan primer menjadi perhatian utama Pemerintah. Salah satu kebutuhan primer yang menjadi perhatian pemerintah adalah rumah yang layak bagi warga negara indonesia. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi merupakan program kepemilikan jenis kredit konsumtif, yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai barang dan jasa yang dapat memberikan kepuasan secara langsung. Kredit pemilikan rumah diberikan oleh lembaga keuangan dengan tujuan untuk memudahkan manusia dalam membangun rumah, merenovasi, membeli atau memperluas tanah dengan pembayaran yang dapat diangsur setiap bulan dengan bunga yang ringan. Dengan begitu kredit pemilikan rumah ini sangat banyak diminati oleh para nasabah. Untuk itu, penelitian analisis prosedur kredit pemilikan rumah (KPR) Subsidi guna mengetahui proses yang terjadi di Bank BTN Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan di PT. Bank tabungan negara tbk kantor cabang tanjungpinang, jalan D.I Panjaitan KM.9, Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota tanjungpinang, Kepulauan Riau. Adapun objek penelitian dalam hal ini adalah kredit kepemilikkan rumah subsidi dengan tujuan untuk mengetahi prosedur pemberian kredit pemilikkan rumah (KPR) subsidi dengan menggunakan metode kualitatif. PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjungpinang merupakan Bank yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran cukup besar dalam memenuhi kebutuhan mendasar manusia yaitu dengan menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi bagi masyarakat kurang mampu dengan bekerja sama dengan developer yang ada di Kota Tanjungpinang. Adpun kelebihannya yaitu dapat dicicil hingga maksimal 20 tahun dengan suku bunga yang rendah dan angsuran yang ringan sehingga masyarakat yang berpenghasilan rendah sehingga bisa memiliki tempat tinggal yang layak tanpa membangun rumah secara langsung ataupun membeli dengan tunai. Penolakan pengajuan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi ditolak terjadi dengan indikator-indikator yang belum memenuhi persyaratan umum, salah satu berkas tidak lengkap, tidak lolos saat pengecekan BI checking, data tidak sesuai dengan hasil wawancara dan informasi yang berbeda dari hasil wawancara dengan proses On The Spot (OTS) atau survei agunan.