Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
HERMANDO, RIO
Suryadi, Suryadi
Nuraini, Lia
Subject
340 Law/Ilmu Hukum
Datestamp
2023-01-30 13:24:31
Abstract :
Kehidupan manusia tidak terlepas dari kepentingan sosial dan kepentingan kelangsungan hidup. Tanah memiliki arti penting, bagi masyarakat Indonesia sebagai sumber daya alam yang sangat dekat dengan hak individu, dan setiap individu membutuhkan lahan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Demikian pula bumi dan air serta ruang angkasa di atasnya merupakan bagian dari kekayaan bangsa dan berada pada ranah publik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, merupakan kekayaan alam milik bangsa dan terjalin dalam hubungan yang diabadikan dengan bangsa Indonesia, inilah inti dari Pasal 1 UUPA yang diuraikan mulai dari ayat (1) sampai dengan ayat (6). Karena tanah memiliki arti penting bagi masyarakat, maka pemerintah dalam Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum harus selalu memperhatikan masyarakat yang tanahnya terkena proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tata cara pengadaan tanah untuk kepentingan umum akibat pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) oleh PT PLN Persero Bintan dan untuk mengetahui proses ganti rugi tanah masyarakat akibat pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) oleh PT PLN Persero Bintan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum Normatif-Empiris dengan pendekatan perundang-undangan yang diambil dari data sekunder dan data tersier yang kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian, proses pengadaan tanah untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi dilakukan dengan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil. Bentuk ganti kerugian yang dominan adalah berupa uang, namun terdapat perbedaan penilaian besaran/biaya kerusakan yang dipungut masyarakat atas pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) oleh PT PLN (Persero) Bintan
Kata Kunci: Ganti Rugi, Pengadaan Tanah, PT PLN Persero