DETAIL DOCUMENT
TINGKAT PERTUMBUHAN ANGGUR LAUT Caulerpa racemosa DENGAN METODE KULTUR YANG BERBEDA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Fitria, Ema
Irawan, Henky
Zahra, Aminatul
Subject
580. Ilmu Tumbuhan, Ilmu Tanaman, Botany 
Datestamp
2023-02-03 03:07:39 
Abstract :
Rumput Laut merupakan salah satu komoditas unggulan yang berpotensi sebagai makanan fungsional. Caulerpa racemosa merupakan salah satu jenis rumput laut yang termasuk dalam kelompok alga hijau mempunyai pigmen fotosintetik yaitu klorofil a dan b dengan jumlah yang melimpah serta beberapa pigmen asesoris, yaitu karotenoid. Beberapa metode kultur telah digunakan untuk pertumbuhan rumput laut dan anggur laut ini diantaranya yaitu lepas dasar Horizontal, lepas dasar Vertikal dan rakit apung. Metode vertikal mulai dikembangkan di Kabupaten Boalemo (Gorontalo) tahun 2013-2014, dan Kabupaten Buton Tengah (Sulawesi Tenggara) tahun 2015. (Pong-Masak et al., 2018). Selama ini budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di Indonesia mengggunakan metode horizontal (Restiana et al., 2016). Metode rakit apung sudah pernah juga diterapkan sebelumnya oleh (Soumokil et al., 2018). Belum adanya penelitian sebelumnya tentang pertumbuhan Caulerpa racemosa dengan metode kultur yang berbeda ( metode kultur horizontal, metode apung dan metode vertikal). Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaan yang signifikan di setiap perlakuan pertumbuhan Caulerpa racemosa dengan metode kultur yang berbeda (Lepas dasar Horizontal, Lepas Dasar Vertikal dan Rakit Apung). penelitian dilakukan selama 60 hari di Tanjung Moco Dompak Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, di mana Perlakuan A (Lepas dasar horizontal), perlakuan B (Apung) dan perlakuan C (Lepas dasar Vertikal). Nilai rata ? rata pada laju pertumbuhan harian tertinggi anggur laut ada pada perlakuan A (7,20±0,19) lalu perlakuan B (7,02±0,01) dan perlakuan C (6,98±0,03). Nilai rata ? rata laju pertumbuhan mutlak tertinggi ada pada perlakuan A (75,82±8,61 g) lalu perlakuan B (67,38±0,49 g) dan perlakuan C (65,93±1,38 g). Nilai rata ? rata volume tertinggi ada pada perlakuan C (240,67±12,66) lalu perlakuan B (229,53±8,88) dan perlakuan A (222,00±16,06). Nilai rata ? rata tingkat kelangsungan hidup caulerpa racemosa tertinggi pada perlakuan A (80,00±34,64), B (73,33±46,19) dan C (60,00±40,00). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu metode apung merupakan metode yang lebih baik di gunakan karena lebih mudah membuatnya dan ekonomis serta tidak ada perbedaan pada tingkat pertumbuhan caulerpa racemosa dengan metode kultur yang berbeda (lepas dasar horizontal,apung dan lepas dasar vertikal). 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji