DETAIL DOCUMENT
KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM RELASI GENDER PADA MASYARAKAT SUKU BATAK DI KIJANG KOTA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
JESICHA NATASIA SINAGA, RIA
Sri, Wahyuni
Rahma, Syafitri
Subject
390.0072 Research Methods/Metode Riset Penelitian tentang Adat Istiadat dan Kebiasaan 
Datestamp
2023-02-03 04:36:29 
Abstract :
Kebudayaan merupakan suatu bentuk kompleks dari kepercayaan, pengetahuan, seni, aturan dan adat istiadat serta hal lain yang menjadi sebuah kebiasaan yang selalu dilakukan oleh individu sebagai suatu masyarakat. Demikian pada masyarakat suku batak, yang terkenal sebagai masyarakat yang menganut sistem Patriarki dan terdiri dari bermacam ragam Bahasa dan Marga. Bagi masyarakat suku Batak nilai dan norma adalah pondasi dalam menjalani dan melestarikan kebudayaan batak itu sendiri. Pada realitasnya, dalam melaksanakan sistem patriarki tersebut tanpa di sadari dapat merendahkan posisi perempuan dan menjadikan perempuan sebagai pihak yang tersubordinasikan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah, memahami dan menganalisis bagaimana kedudukan perempuan batak sebagai Boru Ni Raja dalam budaya batak. Penelitian ini di laksanakan dengan jenis pendekatan kualitatif, dengan penentuan informan di lakukan secara purposive sampling dan pengumpulan data di ambil dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam, yang dilaksanakan di Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya ketidakseimbangan kedudukan dan peran antara laki-laki dan perempuan pada masyarakat suku batak toba yang ada di Kijang Kota, yang menjadikan perempuan sebagai pihak yang tersubordinasikan dalam adat budaya suku batak. 
Institution Info

Universitas Maritim Raja Ali Haji