Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
SURYANA, AGI
Arieta, Siti
Wahyuni, Sri
Subject
361.1 Social Problems/Permasalahan Sosial, Masalah Sosial
Datestamp
2023-02-03 01:48:16
Abstract :
Perempuan dengan status cerai hidup banyak terjadi di Indonesia. Tingginya angka perceraian di Kota Tanjungpinang berdampak pada banyaknya perempuan yang menyandang status cerai hidup. Perempuan dengan status cerai hidup masih lekat dengan beberapa stigma. Stigma yang paling kuat adalah perempuan dengan status cerai hidup dianggap dapat berperilaku negatif dan diikuti dengan gurauan yang merendahkan status tersebut seperti perempuan yang lemah dan tidak bisa menjadi orang tua tunggal, gagal mengurus rumah tangga dan berpotensi melakukan perilaku menyimpang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stigma terhadap perempuan dengan status cerai hidup. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stigma dengan dijelaskan bentuk stigma dari konsep diri, dentitas, dan pandangan msyakarakat dijelaskan oleh Erving Goffman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Kota Tanjungpinang. Penentuan informan secara purpose sampling yaitu sampel yang dipilih secara sengaja dengan mempertimbangkan bahwa informan yang dipilih dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima belas informan, informan dari perempuan berstatus cerai hidup, keluarga dan masyarakat yang berada disekitar lingkungan perempuan cerai hidup. Metode pengumpulan data adalah dengan observasi, wawanca, dokumentasi. Metode analisis data menggunakan tiga tahap yaitu redukasi data, penyajian data dan penearikan kesimula/verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya stigma masyarakat terhadap perempuan dengan status cerai hidup di Kota Tanjungpinang. Stigma disebabkan oleh tindakan yang berpotensi menyimpang dari status perempuan dengan cerai hidup. Stigma masyarakat tidak terlepas dari proses deteksi dan interaksi masyarakat. Penyebab munculnya stigma yaitu budaya patriakhi pada masyarakat, tingkat pendidikan, usia dan jenis kelamin serta kondisi sosial.